KUTAI TIMUR – Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi penyakit dengan kasus tertinggi di Kabupaten Kutai Timur saat musim kemarau. Pola penyakit di Kutim sangat dipengaruhi oleh perubahan cuaca dan kondisi lingkungan.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur, Sumarmo.SKM.M.AP, mengatakan bahwa pola penyakit di Kutai Timur sangat tergantung pada musim. Saat musim kemarau, ISPA menjadi penyakit yang paling banyak dilaporkan oleh Puskesmas.

“Kalau Kutai Timur ini tergantung cuaca. Kalau musim kemarau itu tertinggi ISPA. Musim hujan itu rata-rata, kadang-kadang DBD,” ujar Sumarmo.SKM.M.AP, Selasa (18/11/2025).

Ia menjelaskan bahwa ISPA menjadi masalah kesehatan yang umum terjadi karena berbagai faktor, terutama debu dan perubahan cuaca. Kondisi ini diperparah dengan banyaknya aktivitas pertambangan dan perkebunan di Kutai Timur yang menghasilkan debu.

“Banyak faktor ISPA ini, terutama karena debu dan cuaca. Kalau tambah meningkat itu wajar, nanti penduduk tambah meningkat,” jelasnya.

Sumarmo.SKM.M.AP menambahkan bahwa peningkatan kasus ISPA juga sejalan dengan pertambahan jumlah penduduk di Kutai Timur yang terus bertambah. Sebagai daerah yang banyak memiliki perusahaan perkebunan sawit dan pertambangan, Kutim menjadi tujuan banyak pendatang untuk bekerja.

“Kutim itu pendatang terus, perusahaan apa, semua sawit. Jadi kalau kita menurunkan angka kayak tidak, tapi 10 penyakit terbesar salah satunya ISPA,” ungkapnya.

Meskipun ISPA masuk dalam 10 penyakit terbesar di Kutai Timur, Sumarmo.SKM.M.AP mengatakan bahwa pihaknya tidak menargetkan untuk menurunkan angka secara drastis karena peningkatan kasus sebanding dengan pertambahan jumlah penduduk. Yang penting adalah memastikan bahwa setiap kasus ISPA mendapat penanganan yang tepat.

Sementara itu, untuk musim hujan, penyakit yang biasa meningkat adalah Demam Berdarah Dengue (DBD). Namun, Sumarmo.SKM.M.AP mengungkapkan bahwa tahun ini kasus DBD mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Alhamdulillah untuk DBD tahun ini tidak seperti tahun kemarin. Ada penurunan dan beberapa tahun ini kita tidak ada kematian,” katanya.

Dinkes Kutim terus melakukan upaya pencegahan dan penanganan ISPA melalui pelayanan di Puskesmas dan Puskesmas Pembantu yang tersebar di seluruh wilayah. Setiap fasilitas kesehatan sudah dilengkapi dengan obat-obatan dan peralatan yang memadai untuk menangani kasus ISPA.

Sumarmo.SKM.M.AP mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan dan menggunakan masker saat beraktivitas di tempat yang berdebu guna mencegah terjadinya ISPA, terutama saat musim kemarau. (Adv-Kominfo/Q)

Loading