KUTAI TIMUR – Kepemimpinan yang kuat dimulai dari keteladanan. Prinsip inilah yang dipegang teguh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Timur, Basuki Isnawan, dalam mengelola organisasi dan meningkatkan kinerja timnya.

Setiap hari, Basuki sudah berada di kantor pada pukul 07.00 pagi, bahkan seringkali lebih awal dari pegawai lainnya. Kebiasaan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan strategi kepemimpinan untuk memberi contoh langsung kepada bawahannya.

“Saya jam 7 pagi sudah di kantor. SDM adalah hal terpenting, kita ini pelayan masyarakat. Kalau saya datang pagi, otomatis anak buah saya malu kalau terlambat,” ujar Basuki menjelaskan filosofi kepemimpinannya, Senin (05/01/2025).

Yang unik, Basuki selalu duduk di dekat pintu masuk kantor. Ketika ada pegawai yang datang terlambat, ia akan menyapa dengan kalimat satir namun mengena. “Mereka bilang ‘Pagi Pak Kadis’, saya jawab ‘Selamat siang, Mbak’ atau ‘Selamat siang, Mas’. Ini shock therapy untuk mereka,” ceritanya sambil tersenyum.

Selain keteladanan waktu, Basuki juga menerapkan pendekatan personal dengan rutin mendatangi ruangan-ruangan staf untuk mendengar kendala dan masalah yang mereka hadapi. Ia tidak hanya berfokus pada pegawai di kantor, tetapi juga pekerja lapangan di Stadion Kudungga.

“Saya datang ke stadion, dekati pekerja harian yang merawat rumput, ngobrol dengan mereka, bahkan makan bareng. Background saya dari kebersihan, jadi saya tahu bagaimana menyemangati mereka,” jelasnya.

Pendekatan ini terbukti efektif. Stadion Kudungga yang dulunya ditumbuhi rumput tinggi dan tidak terawat, kini menjadi bersih dan fungsional berkat kerja keras tim lapangan yang termotivasi.

Basuki juga fokus meningkatkan kesejahteraan pekerja lapangan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka. “Meningkatkan kesejahteraan pekerja lapangan itu penting. Ini investasi agar mereka bekerja dengan hati,” tegasnya.

Dengan keterbatasan anggaran, Basuki juga pandai membangun komunikasi dengan pelaku usaha dan komunitas. “Kadang tanpa anggaran pun kegiatan tetap jalan dengan patungan bersama komunitas. Hasilnya memang tidak wah, tapi bisa berjalan,” pungkasnya. (Adv)

Loading