KUTAI TIMUR – Program Bantuan Keuangan Khusus Desa yang diperuntukkan bagi RT di Desa Sangkima, Kecamatan Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur, diwacanakan terealisasi dengan baik. Di Sangkima, setiap RT yang akan mendapat alokasi Rp250 juta bakal melakukan mekanisme penggabungan dana untuk mempercepat pembangunan jalan utama.
Kepala Desa Sangkima, Muhammad Alwi, menjelaskan bahwa program yang sering disebut “Dana RT” ini sebenarnya bernama Bantuan Keuangan Khusus Desa untuk membantu kegiatan RT, bukan dana milik RT secara langsung. Program ini mulai berlaku untuk seluruh kabupaten sejak tahun 2022, setelah sebelumnya hanya menjadi proyek percontohan di dua kecamatan pada 2019-2021.
“Itu namanya Bantuan Keuangan Khusus Desa untuk membantu kegiatan RT, jadi bukan dana RT. Ini perlu diluruskan kepada masyarakat karena yang masuk ke rekening desa, bukan rekening RT,” jelas Alwi, Senin (17/11/2025).
Di Desa Sangkima, program ini diterapkan dengan kesepakatan khusus. Untuk tahap pertama, setiap RT mendapat Rp100 juta dan telah terealisasi. Kemudian di perubahan APBD, ditambah lagi Rp150 juta sehingga total menjadi Rp250 juta per RT.
Yang menarik dari implementasi di Sangkima adalah adanya kesepakatan penggabungan dana antar RT untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jalan yang menjadi akses utama masyarakat.
“Kita buat kesepakatan di luar bahwa ada penggabungan dana untuk mempercepat jalan-jalan yang menjadi jalan persatuan, jalan utama di desa. Tahun ini di perubahan, masing-masing RT sudah rela menambah Rp20 juta untuk mempercepat jalan seperti Jalan Laban,” ungkap Alwi.
Mekanisme penggabungan dana ini dinilai lebih efektif karena bisa membangun infrastruktur yang lebih bermanfaat untuk masyarakat luas. Alwi mencontohkan bahwa keadilan bukan berarti pembagian rata, melainkan harus melihat kondisi setiap wilayah.
“Yang namanya adil itu bukan bagi rata, tetapi harus melihat kondisi. Ada wilayah RT yang sudah bagus, ada yang masih ketinggalan. Kalau sama terus anggarannya, ya akan tetap timpang,” jelasnya.
Meski demikian, ia mengapresiasi program tersebut karena telah membantu pembangunan di tingkat RT. Hingga saat ini, realisasi program di Desa Sangkima sudah mencapai sekitar 75 persen. Tinggal Dana Desa tahap 4 saja yang belum keluar, sementara tahap 1, 2, dan 3 sudah aman.
“Alhamdulillah sudah 75 persen terealisasi. Tinggal ADD tahap empat yang belum keluar. Yang lainnya sudah aman semua,” tutup Alwi. (Adv-Kominfo/Q)
![]()

