KUTAI TIMUR – Desa Sangkima, Kecamatan Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur, memiliki potensi lahan persawahan seluas sekitar 400 hektar. Namun, yang dikelola setiap tahun hanya sekitar 50 hektar saja. Kondisi ini disebabkan oleh beberapa kendala teknis yang menghambat produktivitas pertanian.
Kepala Desa Sangkima, Muhammad Alwi, menjelaskan bahwa lahan persawahan tersebut berada di wilayah Kilometer 13, Dusun Makmur Jaya, yang berbatasan langsung dengan Desa Teluk Singkama. Terdapat tiga kelompok tani yang aktif mengelola sawah di wilayah tersebut.
“Lahan persawahan kita memang luar biasa, kurang lebih 400 hektar. Tetapi yang dikelola setiap tahun itu kurang lebih 50 hektar saja,” ungkap Alwi, Senin (17/11/2025).
Kendala utama yang dihadapi adalah sistem irigasi yang masih mengandalkan air hujan (tadah hujan). Selain itu, akses jalan usaha tani yang belum memadai membuat petani kesulitan mengangkut hasil panen, terutama untuk lahan yang jauh di dalam.
Alwi menambahkan, sebenarnya ada potensi sumber air yang tidak pernah kering yaitu Sungai Sangkima. Namun, sungai ini berada di wilayah Desa Teluk Singkama sehingga diperlukan kerja sama antar desa untuk membangun sistem irigasi terintegrasi.
“Kemarin kita sudah pernah mengusulkan dan sudah bicara dengan Kepala Desa Teluk Singkama. Kalau bisa ini kita membuat kerja sama antar desa supaya irigasi ke depannya bisa ditebus ke wilayah kami,” jelasnya.
Meski menghadapi keterbatasan, produktivitas sawah yang dikelola cukup tinggi. Berdasarkan program kerja sama dengan Kodim dan Universitas Teknik dari Yogyakarta, hasil panen bisa mencapai hampir 5 ton per hektar. Jika 50 hektar dikelola maksimal, potensi produksi bisa mencapai ratusan ton.
Untuk mendukung petani, Pemerintah Desa mengalokasikan minimal 20 persen dari Dana Desa untuk ketahanan pangan. Dana ini difokuskan untuk memfasilitasi pupuk pertanian, terutama pupuk organik seperti Pornas, agar masyarakat bisa mengonsumsi beras yang lebih sehat.
Pemerintah Desa juga telah membangun beberapa jalan usaha tani dengan cara menimbun tanah. Sementara itu, Pemerintah Kabupaten secara bertahap mulai memberikan semenisasi untuk memudahkan akses petani.
“Harapan kami bagaimana menata persawahan ini sehingga memudahkan petani dalam pengelolaan dan hasil panen. Kalau 400 hektar bisa dikelola semua, Sangatta Selatan bisa swasembada beras,” pungkas Alwi. (Adv-Kominfo/Q)
![]()

