KUTAI TIMUR – BRIDA Kutai Timur mengkaji kelayakan pengadaan bus listrik untuk transportasi publik gratis bagi pelajar. Program ini menargetkan siswa PAUD, SD, SMP, dan SMA di Kabupaten Kutai Timur.
Kepala BRIDA Kutim, Juliansyah, menjelaskan kajian ini dilakukan untuk melihat kelayakan teknis sebelum pengadaan bus listrik dilaksanakan. Kajian mencakup beberapa aspek penting seperti lokasi stasiun pengisian baterai, jumlah bus yang dibutuhkan, dan lokasi penjemputan anak sekolah.
Menurutnya, program ini merupakan salah satu program unggulan yang perlu dikaji BRIDA untuk meminimalkan kesalahan dalam pelaksanaan. Penganggarannya akan dilakukan oleh Dinas Perhubungan di tahun depan setelah kajian selesai.
“Kajian ini berhubungan dengan Dinas Perhubungan. Kita lihat dulu tingkat kelayakannya, dimana stand atau lokasi pengisian cas baterainya, kemudian lokasi untuk penjemputan anak-anak sekolah,” kata Juliansyah, Kamis (13/11/2025).
BRIDA Kutai Timur, lanjutnya, juga tengah kembali mengkaji kelayakan program bantuan Rp250 juta per RT yang menjadi salah satu program di tahun 2025. Kajian dilakukan dari berbagai aspek untuk menghindari kesalahan dalam pelaksanaan.
Kajian ini dilakukan melalui tahapan seminar yang melibatkan perguruan tinggi. Saat ini masih dalam tahap seminar pertama dan akan dilanjutkan seminar kedua yang dilakukan oleh pihak UNMUL. Kepala BRIDA Kutim ini juga menjelaskan kajian mencakup berbagai hal termasuk kelayakan dan sistematisnya.
“Bermacam-macam hal di antaranya dari sisi kelayakan, sistematisnya, terutama dengan tujuan untuk menghindari terjadinya kesalahan-kesalahan,” ujar Juliansyah. (Adv-Kominfo/Q).
![]()

