BONTANG – Pemerintah Kota Bontang terus memperkuat strategi pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal. Melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), berbagai sektor industri kini tengah didorong agar tidak hanya berkembang di sisi hulu, tetapi juga mampu membentuk rantai nilai hilir yang kokoh di dalam kota.
Salah satu fokus utama saat ini adalah pengembangan hilirisasi industri soda ash. Pabrik soda ash berskala nasional yang saat ini tengah menyelesaikan tahap perizinan diharapkan menjadi titik awal kebangkitan industri kimia di Bontang. Namun Pemkot tidak ingin berhenti di situ.
“Kita tidak mau Bontang hanya jadi penghasil bahan baku. Harus ada nilai tambah yang tinggal di sini. Itu sebabnya kami aktif menarik investor untuk masuk ke sektor hilirnya,” ujar Kepala DPMPTSP Bontang, Muhammad Aspiannur, Kamis (5/6/2025).
Produk turunan soda ash memiliki peran penting dalam banyak sektor, mulai dari kaca, keramik, deterjen, tekstil, hingga pengolahan air. Dengan hadirnya industri turunan tersebut, peluang kerja dan manfaat ekonomi dapat lebih besar dinikmati masyarakat Bontang.
Kemandirian industri lokal juga digenjot melalui upaya membangun rantai pasok mandiri. Salah satunya dengan menjajaki pendirian pabrik garam di Bontang. Selama ini, garam industri masih harus dipasok dari luar daerah, bahkan impor. Padahal, garam merupakan komponen utama dalam produksi soda ash.
“Kalau pasokan bahan baku utama seperti garam bisa kita produksi sendiri, Bontang akan jauh lebih efisien dan tidak tergantung luar. Di situlah pentingnya pabrik garam lokal,” jelas dia.
Tak hanya sektor kimia, penguatan industri maritim juga menjadi prioritas. Bontang memiliki laut yang kaya dan pelabuhan aktif, sehingga potensial dikembangkan menjadi pusat pengolahan hasil laut, termasuk pengalengan ikan.
“Potensi kelautan kita besar. Sayang kalau hanya dijual dalam bentuk mentah. Kami ingin ada pabrik pengolahan yang membuka lebih banyak lapangan kerja dan memperkuat posisi Bontang sebagai pemain utama industri maritim,” imbuhnya.
Infrastruktur dasar seperti jalan industri, kawasan pelabuhan, dan ketersediaan energi sudah dimiliki kota ini. DPMPTSP pun terus aktif melakukan promosi melalui media nasional, ruang iklan di bandara, serta merancang agenda seminar investasi nasional yang menggandeng Kadin dan pengusaha besar.
“Bontang ini kota yang siap tumbuh. Tinggal bagaimana kita membangun narasi dan menjemput investor yang tepat untuk mengisi sektor-sektor prioritas ini,” pungkasnya. (Adv/NU)
![]()

