BONTANG – Pemerintah Kota Bontang terus memantapkan diri sebagai kota yang ramah investasi dan siap bersaing di tingkat nasional. Melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), berbagai strategi branding daerah digencarkan guna memperkuat citra Bontang sebagai destinasi investasi unggulan di Kalimantan Timur.

Bukan hanya lewat dokumen perencanaan atau pameran konvensional, Bontang kini mulai tampil di ruang-ruang publik strategis, termasuk bandara dan media nasional. Langkah ini dinilai penting untuk membangun persepsi positif dan meningkatkan daya saing daerah di mata investor.

Kepala DPMPTSP Bontang, Muhammad Aspiannur, menjelaskan bahwa promosi yang dilakukan bukan sekadar menampilkan potensi, tetapi juga menunjukkan kesiapan Bontang dalam menyambut investasi secara profesional dan berkelanjutan.

“Bandara adalah pintu gerbang penting. Makanya kami tampil di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Balikpapan dan Bandara APT Pranoto Samarinda sebagai bentuk positioning. Bahwa Bontang terbuka, siap menyambut peluang, dan punya keunggulan,” ujarnya, Rabu (3/6/2025).

Iklan promosi investasi tersebut telah tayang selama tiga bulan hingga April 2025. Jika anggaran memungkinkan, DPMPTSP berencana memperpanjang kerja sama, mengingat efektivitas media visual di ruang publik seperti bandara dinilai cukup tinggi dalam menjangkau pelaku usaha dan investor domestik maupun asing.

Tak hanya itu, strategi komunikasi juga merambah media arus utama nasional seperti CNN Indonesia, Kompas, Detik, Liputan6, dan Beritasatu. Melalui kanal-kanal ini, narasi tentang Bontang sebagai kota industri berorientasi masa depan terus dibangun.

“Kami ingin agar Bontang tidak hanya dikenal sebagai kota industri, tetapi juga kota yang smart, kompetitif, dan punya kepastian hukum dalam berinvestasi,” tambah Aspiannur.

Sebagai penguatan jangka menengah, DPMPTSP tengah mempersiapkan proposal kerja sama program talkshow eksklusif di televisi nasional. Wacana ini akan diajukan dalam anggaran 2026, dengan target menggandeng figur publik seperti Desi Anwar untuk membawakan acara tentang investasi dan peluang ekonomi di Bontang.

“Biayanya memang tidak kecil, tapi kita sedang membangun ekosistem komunikasi yang kuat. Dengan satu jam siaran televisi nasional, nilai eksposurnya bisa berkali lipat,” katanya.

Selain kanal media, DPMPTSP juga rutin mengikuti berbagai pameran dan forum investasi di luar kota, membuka ruang dialog langsung dengan calon investor dari berbagai latar belakang. Strategi ini tidak hanya memperluas jejaring, tapi juga memperkuat kepercayaan terhadap kesiapan birokrasi dan infrastruktur Bontang.

Dengan promosi yang terarah, profesionalisme pelayanan perizinan, serta narasi pembangunan yang inklusif, DPMPTSP optimistis bahwa Bontang akan menjadi destinasi pilihan utama bagi investor nasional maupun global dalam waktu dekat.

“Citra investasi itu harus dibentuk. Kami tidak ingin hanya menunggu, tapi aktif menjemput bola dan membangun persepsi positif sejak awal,” tutupnya. (Adv/NU)

Loading