BONTANG – Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) membuka peluang seluas-luasnya bagi investor yang ingin mengembangkan potensi produk lokal. Fokusnya bukan hanya pada peningkatan kualitas produksi, tetapi juga pada pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Kepala DPMPTSP Bontang, Muhammad Aspiannur, menuturkan bahwa produk khas Bontang seperti ikan bawis kaleng dan olahan rumput laut memiliki nilai ekonomi tinggi, namun saat ini masih terkendala dari sisi pengolahan, kemasan, dan jaringan pemasaran.

“Kami berharap ada investor yang melihat peluang ini dan berminat berkolaborasi dengan pelaku UMKM lokal. Tujuannya agar produk khas Bontang bisa naik kelas, tidak hanya dikenal secara lokal tetapi juga masuk pasar nasional hingga ekspor,” ungkapnya, Senin (26/5/2025).

Menurut Aspiannur, keterlibatan investor dalam pengembangan produk lokal dapat membantu membuka akses terhadap teknologi modern, standar mutu ekspor, serta pembiayaan yang lebih kuat. Hal ini diharapkan dapat memicu percepatan pertumbuhan sektor industri olahan di Bontang.

“Ikan bawis kaleng misalnya, bisa menjadi produk unggulan Bontang jika didukung dengan teknologi pengalengan modern dan desain kemasan yang kompetitif. Kita butuh sentuhan industri yang berpihak pada potensi lokal,” jelasnya.

Tak hanya itu, sektor pengolahan rumput laut juga dinilai memiliki peluang besar untuk digarap lebih serius. Selama ini, sebagian besar rumput laut hanya dijual mentah. Padahal, dengan investasi yang tepat, komoditas tersebut bisa diolah menjadi produk bernilai tambah seperti agar-agar, kapsul gelatin, kosmetik, hingga bahan baku farmasi.

“Kami ingin produk rumput laut dari Bontang tidak hanya berhenti di hulu, tapi bisa diolah jadi produk jadi yang punya daya jual tinggi,” ppaarnya.

DPMPTSP menilai bahwa pola kemitraan antara investor dan UMKM adalah kunci utama dalam pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal. Dengan demikian, keuntungan ekonomi tidak hanya dinikmati investor, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja dan tumbuhnya ekosistem usaha baru.

“Ini bukan hanya soal menarik investasi, tapi bagaimana investasi itu membawa manfaat konkret untuk masyarakat Bontang,” tegasnya.

Pemerintah kota pun menyatakan siap memfasilitasi perizinan dan memberikan insentif bagi investor yang serius ingin membangun sektor industri pengolahan produk lokal di Bontang. Harapannya, kolaborasi ini bisa menjadi model pengembangan ekonomi daerah yang berkelanjutan. (Adv/NU)

Loading