KUTAI TIMUR – Komisi B DPRD Kutai Timur mendukung penuh langkah Dinas Ketahanan Pangan mengintegrasikan Program Gemar Makan Ikan ke dalam program B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman), namun meminta penambahan anggaran sosialisasi untuk memperluas jangkauan program hingga ke daerah pelosok.
“Integrasi program ini sangat strategis, mengingat Kutai Timur memiliki potensi perikanan yang besar. Namun, kami melihat sosialisasi dan edukasi masih terbatas di wilayah perkotaan. Perlu ada penambahan anggaran untuk menjangkau masyarakat di daerah pelosok,” ungkap anggota Komisi B DPRD Kutai Timur, Yoseph Udau.
Dewan ini mendorong penguatan koordinasi lintas sektor, khususnya dengan Dinas Perikanan untuk memastikan ketersediaan pasokan ikan berkualitas. DPRD juga meminta agar program sarapan ikan di sekolah diperluas ke lebih banyak sekolah, terutama di daerah dengan angka stunting tinggi.
“Kami akan mengawal program ini melalui pengawasan intensif dan penguatan anggaran. Program sarapan ikan di sekolah harus menjangkau lebih banyak siswa, terutama dari keluarga prasejahtera,” tambahnya.
DPRD menurutnya juga mendorong pembentukan kelompok-kelompok pengolah ikan di tingkat desa untuk mendukung program ini. “Perlu ada pemberdayaan masyarakat dalam pengolahan ikan menjadi produk bernilai tambah. Ini akan mendukung program ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi baru,” jelasnya.
“Kami mendesak Dinas Ketahanan Pangan untuk menyusun roadmap program Gemar Makan Ikan yang terintegrasi dengan B2SA untuk lima tahun ke depan, termasuk target dan indikator capaian yang terukur. DPRD Kutai Timur berkomitmen mengawal program ini melalui instrumen pengawasan dan penganggaran untuk memastikan peningkatan konsumsi protein hewani dari ikan di masyarakat,” pungkasnya. (Q/Adv-DPRD)
![]()

