KUTAI TIMUR – Komisi B DPRD Kutai Timur menyambut positif langkah strategis Dinas Pariwisata dalam mengoptimalkan pemasaran digital untuk promosi wisata daerah. Dewan menilai program ini sejalan dengan visi pembangunan daerah dan berpotensi mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata.

“Kami dari Komisi B DPRD Kutai Timur sangat mengapresiasi terobosan Dispar dalam mengembangkan digital marketing untuk sektor pariwisata. Program ini perlu didukung penuh, termasuk dalam hal penganggaran pada APBD mendatang,” ungkap Ketua Komisi B DPRD Kutai Timur, Muhammad Ali.

Dewan asal Sangkulirang ini menekankan pentingnya pengawasan dan evaluasi berkala terhadap efektivitas program pelatihan digital marketing yang telah dilaksanakan. “Kami akan memastikan program ini tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi pelaku wisata lokal. DPRD siap mengawal implementasi program ini melalui fungsi pengawasan,” tambahnya.

Komisi B DPRD juga mendorong Dispar untuk memperluas jangkauan program pelatihan digital marketing ke seluruh kawasan wisata potensial di Kutai Timur. “Kami berharap program ini bisa menjangkau lebih banyak pelaku wisata, tidak hanya di kawasan yang sudah berkembang tapi juga di destinasi wisata yang masih berkembang,” jelasnya.

Terkait rencana peluncuran aplikasi khusus wisata, DPRD meminta Dispar untuk memastikan kesiapan infrastruktur pendukung, termasuk jaringan internet di lokasi-lokasi wisata. “Digitalisasi harus diimbangi dengan pembenahan infrastruktur dasar. Kami akan mendorong alokasi anggaran untuk pengembangan infrastruktur pendukung pariwisata digital,” pungkasnya.

Dewan optimis, dengan sinergi antara eksekutif dan legislatif, transformasi digital sektor pariwisata akan menjadi momentum kebangkitan ekonomi lokal pasca pandemic beberapa tahun lalu yang masih terasa imbasnya hingga saat ini. (Q/Adv-DPRD)

Loading