KUTAI TIMUR – DPRD Kabupaten Kutai Timur menyambut positif langkah Dinas Pariwisata yang mengalokasikan anggaran Rp15 miliar untuk pengembangan infrastruktur pariwisata tahun 2024. Namun, dewan meminta adanya pengawasan ketat dalam implementasi program peningkatan SDM dan pembangunan fasilitas di 10 destinasi wisata unggulan.

“Kami mendukung program peningkatan SDM dan pembangunan infrastruktur pariwisata. Namun, perlu ada mekanisme monitoring dan evaluasi yang ketat untuk memastikan anggaran Rp15 miliar ini tepat sasaran,” ungkap anggota Komisi C DPRD Kutai Timur, dr Novel Tyty Paembonan.

dr Novel Tyty Paembonan mengapresiasi pelatihan 200 pelaku wisata dari 18 kecamatan, tetapi meminta ada kriteria yang jelas dalam pemilihan peserta. “Program pelatihan harus tepat sasaran. Kami akan meminta laporan detail terkait kriteria seleksi peserta dan evaluasi hasil pelatihan,” jelasnya.

Terkait pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), DPRD mendorong adanya pendampingan berkelanjutan. “Jangan sampai Pokdarwis hanya dibentuk tapi tidak ada pembinaan lanjutan. Perlu ada program pendampingan rutin dan evaluasi kinerja,” tegas anggota dewan tersebut.

dr Novel Tyty Paembonan juga meminta transparansi dalam penggunaan anggaran Rp15 miliar untuk pembangunan amenitas di 10 destinasi wisata unggulan. “Kami akan memantau proses tender dan pelaksanaan pembangunan fasilitas wisata. Pembangunan harus sesuai spesifikasi dan tepat waktu,” tambahnya.

Ia mendukung target Dinas Pariwisata menjadikan Kutai Timur sebagai destinasi wisata unggulan di Kalimantan Timur pada 2025. “Namun target ini harus dibarengi dengan perencanaan matang dan eksekusi yang tepat. Kami akan mengawal proses ini melalui fungsi pengawasan DPRD,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata Kutim, Nurullah, memaparkan program strategis pengembangan pariwisata yang fokus pada peningkatan SDM dan pembangunan infrastruktur. Program ini mencakup pelatihan tata kelola pariwisata, digital marketing, dan pembangunan fasilitas pendukung di berbagai destinasi wisata. (Q/Adv-DPRD)

Loading