KUTAI TIMUR – Warga Desa Senambah di Kecamatan Muara Bengkal Kabupaten Kutai Timur, menantikan realisasi akses listrik setelah puluhan tahun hidup dengan keterbatasan. Hingga saat ini, warga hanya mengandalkan mesin generator untuk penerangan yang hanya dapat dinikmati hingga Pukul 10 malam.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur, Julfansyah, mengungkapkan bahwa ketiadaan jaringan Perusahaan Listrik Negara (PLN) di desa tersebut menjadi kendala utama bagi masyarakat.
“Desa masih mengandalkan mesin desa, dan lampu cuman bisa nyala sampai jam 10 (malam) saja. Jadi belum ada lampu PLN,” ucapnya setelah dikonfirmasi oleh awak media di ruang kerjanya, pada Kamis (7 November 2024).
Namun, warga mulai mendapat harapan setelah tiang-tiang listrik mulai dipasang di Desa Senambah. Pemasangan ini merupakan bagian dari upaya Wakil Bupati Kutai Timur, Kasmidi Bulang, yang berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat desa.
“Tapi tiangnya sudah masuk kemaren sesuai dengan janjinya Pak Wakil Bupati, Kasmidi Bulang. Insyaallah nanti beliau begitu menjabat lagi turun tanggal 27 itu kan sudah menjabat kembali tuh, mudah-mudahan bisa terealisasi,” papar Ketua Komisi D tersebut.
Desa Senambah telah hidup tanpa aliran listrik selama lebih puluhan tahun. Menurut, Julfansyah kehadiran listrik akan membawa perubahan besar bagi kesejahteraan masyarakat desa yang selama ini terbatas dalam kehidupan sehari-hari. (RH/Adv-DPRD)
![]()

