KUTAI TIMUR – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya guru di daerah. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menggelar serangkaian Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi guru-guru PAUD, SD, dan SMP.
Kepala Bidang Pembinaan dan Ketenagaan Disdikbud Kutim, Abbas Husaini, menjelaskan bahwa Bimtek-bimtek tersebut difokuskan pada peningkatan pemahaman dan implementasi Kurikulum Merdeka Belajar yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).
Bimtek yang dilakukan, menurutnya selain untuk meningkatkan pemahaman guru tentang kurikulum merdeka belajar juga agar penerapan kurikulum tersebut di Kutim dapat berjalan dengan optimal, sehingga tujuan dari kurikulum tersebut dapat tercapai secara maksimal.
“Kami aktif melaksanakan Bimtek bagi guru-guru di Kutim. Tujuannya adalah agar mereka dapat memahami dan menerapkan Kurikulum Merdeka Belajar dengan baik di sekolah masing-masing,” ujar Abbas.
Selain itu, Bimtek juga diadakan untuk membantu sekolah-sekolah di Kutim dalam proses akreditasi. Hal ini dilakukan agar standar kualitas pendidikan di daerah tersebut semakin meningkat.
Menurut data Disdikbud Kutim, hingga saat ini sudah sekitar 40% sekolah di Kutim yang terakreditasi A atau B. Ke depan, pihaknya menargetkan agar minimal 60% sekolah di Kutim dapat memperoleh akreditasi tersebut pada tahun 2025.
Upaya peningkatan kompetensi guru dan akreditasi sekolah ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Kutai Timur secara berkelanjutan.
“Kami juga mendorong sekolah-sekolah untuk meningkatkan akreditasinya. Melalui Bimtek, kami membantu mereka memahami instrumen akreditasi dan upaya-upaya apa saja yang perlu dilakukan untuk meraih akreditasi yang lebih baik,” jelas Abbas. (Q/Adv-Kominfo)
![]()

