KUTAI TIMUR – Dinas Koperasi dan UKM Kutai Timur menghadapi tantangan serius dalam pengembangan UMKM dan koperasi karena keterbatasan anggaran dan SDM. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kutai Timur, Teguh Budi Santoso, mengungkapkan, anggaran yang tersedia saat ini hanya seperempat dari kebutuhan ideal yang mencapai Rp40-50 miliar.

“Dengan keterbatasan anggaran ini, kami harus sangat selektif dalam menentukan program prioritas,” ujarnya.

Selain anggaran, keterbatasan SDM juga menjadi kendala serius. Saat ini, dinas hanya memiliki 60 personil dari kebutuhan ideal 90 orang. Hal ini menurutnya mempunyai dampak yang cukup signifikan dalam pembinaan yang dilakukan.

“Kami kekurangan 30 personil. Ini tentu berdampak pada jangkauan pembinaan yang bisa kami lakukan,” jelasnya.

Menghadapi tantangan tersebut, pihaknya mengambil langkah strategis dengan memfokuskan pembinaan pada sektor food and beverage. Tiga produk unggulan daerah dalam sector food and beverage tersebut yaitu Amplang Sangatta, Gula Semut, dan Madu Kelulut.

“Ini bentuk efisiensi agar program yang kami jalankan bisa lebih tepat sasaran,” imbuhnya.

Meskipun demikian, Teguh menyampaikan bahwa dengan keterbatasan tersebut, pihaknya masih berupaya dengan baik untuk membuat produk ikonik bagi Kutim. Tak cukup sampai disitu, pihaknya juga merencanakan membuat rumah produksi untuk meningkatkan standart ketiga produk tersebut.

“Dengan adanya rumah produksi bersama, UMKM kita bisa menghasilkan produk yang memenuhi standar pasar modern bahkan ekspor,” tegasnya. (Q/Adv-Kominfo)

Loading