KUTAI TIMUR – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur, Yusri Yusuf, yang baru saja dilantik untuk periode 2024-2029, berkomitmen memprioritaskan pengembangan infrastruktur dan sektor pertanian di Daerah Pemilihan (Dapil) 2. Hal tersebut disampaikan Yusri dalam wawancaranya, di mana ia menekankan pentingnya peningkatan fasilitas bagi masyarakat yang sebagian besar bekerja di bidang pertanian dan perikanan.

“Setelah melalui proses panjang, akhirnya saya dilantik menjadi anggota DPRD. Saya sudah berkomitmen untuk kembali ke masyarakat, khususnya di Dapil 2, dengan fokus utama pada pengembangan infrastruktur dan pertanian,” ujar Yusri.

Yusri mengakui bahwa infrastruktur masih menjadi kendala utama yang banyak dikeluhkan masyarakat Dapil 2, termasuk kondisi jalan dan fasilitas umum lainnya. Selain itu, politisi partai Demokrat itu juga menyoroti pentingnya pemberdayaan kelompok tani dan nelayan sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

“Kami sudah turun ke lapangan dan mengadakan pertemuan dengan beberapa kelompok nelayan serta petani untuk mendengarkan aspirasi mereka. Beberapa pengajuan masyarakat sudah kami tampung, dan Insya Allah akan kami usulkan dalam penganggaran ke depan,” jelasnya.

Sebagai pendatang baru di dunia legislatif, pria dengan kelahiran tanggal 30 Juli 1981 tersebut mengaku terus belajar dari senior-senior di DPRD tentang tata cara bekerja, penganggaran, dan cara menjembatani aspirasi masyarakat. Menurutnya, komunikasi yang baik dan pendekatan persuasif kepada masyarakat menjadi kunci untuk menjalankan tugas sebagai wakil rakyat.

“Ini kali pertama saya mencalonkan diri dan Alhamdulillah terpilih. Sekarang saya sedang banyak belajar dari para senior di DPRD, bagaimana cara menghadapi masyarakat dan memastikan bahwa penganggaran bisa berjalan sesuai kebutuhan daerah,” tambahnya.

Selain infrastruktur dan pemberdayaan sektor pertanian, Yusri juga menyoroti pentingnya peningkatan layanan kesehatan di Dapil 2. Ia menyebutkan bahwa wilayah tersebut masih minim fasilitas kesehatan, terutama rumah sakit, sehingga masyarakat harus pergi ke kota untuk mendapatkan layanan medis yang memadai.

“Saat ini di Dapil 2 hanya ada puskesmas. Ke depan, saya berharap pemerintah dapat membangun rumah sakit di wilayah tersebut agar masyarakat tidak perlu jauh-jauh mencari layanan kesehatan,” tegasnya.

Dalam sektor pendidikan, Yusri turut mengapresiasi adanya SMK Kesehatan di Dapil 2 yang telah mencetak tenaga medis berkualitas. Namun, ia menilai perlu adanya penambahan sekolah kejuruan di bidang kesehatan untuk mempersiapkan tenaga medis yang lebih banyak di Kutai Timur.

Ke depan, Yusri berharap sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD dapat terus terjalin guna memaksimalkan penggunaan anggaran, termasuk APBD Kutai Timur yang mencapai salah satu terbesar di Kalimantan. Dengan potensi sumber daya alam yang besar, menurut Yusri, semua sektor harus digarap secara optimal agar Kutai Timur dapat terus berkembang pesat.

“Semua sektor penting dan harus didorong, mulai dari infrastruktur, kesehatan, pendidikan, hingga pelayanan umum. Dengan anggaran besar, seharusnya Kutai Timur sudah bisa mencapai peningkatan yang signifikan di berbagai bidang,” pungkasnya. (RH/Adv-DPRD)

Loading