KUTAI TIMUR – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Akbar Tanjung, menegaskan prioritas utamanya adalah meningkatkan infrastruktur dan soft skill masyarakat desa. Dalam wawancara ekslusif, Akbar menyatakan bahwa pembangunan infrastruktur, terutama jalan poros di desa-desa, menjadi hal yang mendesak untuk diperhatikan.
“Prioritas utama saya tentu adalah peningkatan infrastruktur, khususnya jalan poros yang menghubungkan desa-desa. Dari 141 desa di Kutai Timur, masih ada yang belum tuntas pembangunannya,” ucap akbar.
Selain infrastruktur, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini juga menekankan pentingnya akses air bersih sebagai kebutuhan dasar masyarakat. Ia berharap pemerintah dapat memastikan pemerataan pembangunan disemua desa sehingga masyarakat dapat merasakan dampak nyata dari anggaran yang ada.
Tak hanya itu, pria kelahiran 14 November 1992 ini juga fokus pada peningkatan kompetensi masyarakat desa.
“Kami akan mendorong pelatihan soft skill, misalnya bagi mereka yang ingin menjadi operator alat berat atau mengembangkan usaha UMKM. Ini penting agar masyarakat di desa bisa meningkatkan taraf hidupnya,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Akbar juga menyoroti peran pentingnya DPRD dalam menyuarakan aspirasi masyarakat, khususnya di daerah pemilihan nya (dapil). Sebagai putra kelahiran Muara Ancalong, Akbar merasa memahami kendala dan kebutuhan masyarakat setempat, termasuk dalam sektor pelayanan publik, kesehatan dan pendidikan.
“Nah ini bagian yang harus kita dorong seperti itu. Jadi bagaimana, ya kita sudah sampai disini, kita duduk ya pasti kita suarakan. Bagaimana memastikannya, ya kita perjuangkan ruangnya disini dulu (sebagai anggota DPRD). Ya kemudian mudah-mudahan pemerintah juga bisa mendengar lah aspirasi,” harapnya.
Lebih lanjut, ia juga memaparkan dirinya sudah pernah berkecimpung membantu masyarakat, diantarnya yakni terhadap pelayanan masyarakat seperti percetakan Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP) hingga akta kelahiran.
“Alhamdulillah karena saya juga bisa berkomunikasi dengan pemerintah. Alhamduillah itu program sudah berjalan di 18 kecamatan. Nah itu hasil komunikasi saya secara langsung seperti itu dengan Pak Bupati,” Paparnya. (RH/Adv-DPRD)
![]()

