SENDAWAR – Kehadiran listrik bukan hanya sekadar penerangan, tetapi menjadi langkah maju bagi pembangunan daerah. Listrik 24 jam ini adalah wujud nyata dari upaya Pemkab Kubar bersinergi dengan PT PLN dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Dengan adanya listrik yang memadai, produktivitas warga akan meningkat dan akses terhadap informasi serta teknologi semakin mudah,” ujar Bupati Kubar, FX Yapan, seusai kunjungan kerja (kunker) Bupati ke Kecamatan MMB, di Kampung Gunung Rampah, Rabu (30/10/2024).

Namun, di balik keberhasilan ini, masih terdapat tantangan besar. Dari 190 kampung dan 4 kelurahan di Kubar, masih ada 30 kampung yang belum menikmati listrik 24 jam dari PLN. “Ditargetkan semua wilayah Kubar bisa selesai, pada 2025 mendatang. Itu yang mereka (PLN) katakan, pada peresmian listrik di Kampung Besiq, pada akhir September 2024 lalu,” terang Bupati.

Apalagi PLN akan menyambung dari Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara. Untuk pemasangan tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) nanti, kita akan bantu. Tetapi pihak PLN harus membuat surat resmi ditujukkan kepada Pemkab Kubar dan dilampirkan titik lokasinya.

Wabup Kubar, Edyanto Arkan, menambahkan, tower PLN yang ada ini memungkinkan untuk mengaliri listrik yang ada di PLTD Sendawar, Kelurahan Melak Ulu dan sekarang kondisinya sudah surplus. Jadi untuk menyambung ke kampung-kampung yang belum teraliri listrik tidak ada kendala. Tinggal secara teknis dan secara periodik akan disambung ke kampung yang belum teraliri listrik.

Kalau dulunya tower tidak ada, memang tidak bisa listrik dialirkan kesini Mook Manaar Bulatn (MMB). Karena mesinnya masih kurang, sekarang sudah ditambah dan jadi kelebihan dan bisa disambung ke kampung.

“Insya Allah enam kampung wilayah kecamatan MMB, terdiri Linggang Muara Batuq, Linggang Marimun, Kalaq, Merayaq, Abit dan Rambayan akan menyala pada 2025 mendatang,” terangnya. (Adv/Diskominfo-Kubar)

Loading