SENDAWAR – “BKB Kit harus ada di setiap kampung dan kelurahan serta digunakan secara maksimal oleh para kader untuk merangsang kecerdasan balita dan anak-anak,” tegas Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A), Sukwanto, saat penyerahan BKB Kit di lapangan Kampung Lambing, Kecamatan Muara Lawa, Senin (22/10).
Sukwanto menjelaskan, program ini bertujuan menciptakan generasi muda yang tidak hanya memiliki postur ideal tetapi juga cerdas. Ia membantah anggapan bahwa program BKKBN, yang kini bernama Kementerian Kependudukan Keluarga Berencana Nasional, bertujuan membatasi jumlah anak.
“Masyarakat boleh memiliki anak sesuai keinginan, namun yang diharapkan pemerintah adalah anak yang berkualitas. Anak yang tumbuh tinggi dan besar sesuai usia, serta berkembang secara psikologis dengan baik,” jelasnya.
Dalam rangka mengejar bonus demografi 2035, Sukwanto menekankan pentingnya perencanaan dalam memiliki anak. “Kita ingin generasi muda Kubar yang cerdas pada tahun 2035 mampu bersaing, tidak hanya dengan saudara sebangsa dari kabupaten dan kota lain, tetapi juga di tingkat internasional,” ujarnya.
Kepada seluruh masyarakat Kubar, ia menghimbau agar memiliki target dan program yang jelas dalam mempersiapkan kehadiran anak. “Perencanaan yang matang akan menghasilkan anak yang berkualitas,” tegasnya.
Sukwanto juga berpesan kepada para kader di tingkat kecamatan dan kampung untuk aktif mensosialisasikan program bina keluarga balita, remaja, dan lansia. “Para kader harus mampu mengedukasi seluruh keluarga di kampung-kampung agar memahami dan memanfaatkan fasilitas yang tersedia untuk tumbuh kembang anak,” pungkasnya.
Upaya ini merupakan bagian dari strategi komprehensif Pemkab Kubar dalam mempersiapkan generasi unggul menuju tahun 2035.(Adv/Diskominfo-Kubar)
![]()

