KUTAI TIMUR – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur memberikan dukungan penuh terhadap upaya Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutai Timur dalam mengoptimalkan peran kader Kampung Keluarga Berkualitas (KB) dan Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP) melalui bimbingan teknis (bimtek). DPRD menilai langkah ini sebagai strategi efektif untuk menurunkan angka stunting dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Ketua Komisi IV DPRD Kutai Timur bidang Kesejahteraan Rakyat, Yan Ipuy, menyatakan apresiasi terhadap bimtek yang melibatkan 105 peserta, termasuk 35 kader Kampung KB dan 70 kader IMP. “Kami melihat ini sebagai langkah strategis dalam mengimplementasikan Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2022 tentang Percepatan Penurunan Stunting,” ujar Yan saat ditemui di Kantor DPRD Kutim, Senin (22/7/2024).
Yan menambahkan bahwa DPRD Kutai Timur mendukung transformasi Kampung KB menjadi Kampung Keluarga Berkualitas. “Perubahan ini sesuai dengan visi pembangunan daerah yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan sektor swasta dalam mendukung program ini. “DPRD akan mendorong alokasi anggaran yang memadai untuk program DPPKB, terutama yang berkaitan dengan penurunan angka stunting dan kesejahteraan keluarga,” tegas Yan.
Kepala DPPKB Kutai Timur, Achmad Junaidi B, menjelaskan bahwa bimtek selama dua hari bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader dalam mengelola Kampung KB dan mengoptimalkan peran mereka dalam Program Bangga Kencana serta percepatan penurunan stunting. “Kami berharap para kader dapat menjadi ujung tombak dalam menyebarluaskan informasi dan menggerakkan masyarakat untuk berpartisipasi aktif,” ujarnya.
Asisten Pemkesra Seskab Kutai Timur, Poniso Suryo Renggono, yang mewakili Bupati dalam pembukaan bimtek, menekankan bahwa pembentukan Kampung KB merupakan bagian dari strategi pembangunan terintegrasi di tingkat desa dan kelurahan. “Dengan adanya Inpres Nomor 3 Tahun 2022, kami berharap peran aktif dari seluruh perangkat daerah, mitra kerja, CSR, dan LSM akan lebih optimal,” jelasnya.
DPRD Kutai Timur berkomitmen untuk terus mengawal implementasi program Kampung KB dan memastikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat. “Kami akan melakukan pengawasan dan evaluasi secara berkala untuk memastikan efektivitas program ini dalam menurunkan angka stunting dan meningkatkan kesejahteraan keluarga di Kutai Timur,” tutup Andi Suryadi.
Dengan optimalisasi peran kader KB dan IMP, diharapkan Kutai Timur dapat mempercepat pencapaian target penurunan angka stunting dan peningkatan indeks pembangunan keluarga sesuai dengan amanat Inpres Nomor 3 Tahun 2022. (Adv-DPRD/RH)
![]()

