KUTAI TIMUR – Dalam wawancara terbaru, Senin (5 Agustus 2024), Ketua DPRD Kutai Timur, Joni, menguraikan strategi pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Beliau menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur dan optimalisasi pajak sebagai upaya utama untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Pemerintah harus melaksanakan pembangunan untuk memperbesar PAD kita. Misalnya, pajak hotel dan pajak perusahaan, berapa sih kontribusinya saat ini?,” ungkap Ketua DPRD.

Ia menjelaskan bahwa sebagian besar pendapatan daerah masih bergantung pada transfer dari pemerintah pusat. Langkah-langkah konkret telah dilakukan pemerintah untuk menarik investor ke Kutai Timur. Salah satu contohnya adalah sektor perkebunan sawit.

“Kami sudah melakukan banyak hal, seperti menarik investasi di sektor sawit. Semua ada pajaknya termasuk dari perusahaan sawit,” jelasnya.

Pajak dari sektor ini, meski belum maksimal, mulai memberikan kontribusi yang signifikan terhadap PAD. Beliau juga menyebutkan bahwa pajak hotel merupakan salah satu sumber pendapatan terbesar bagi daerah, meskipun saat ini belum optimal. “Pajak hotel, terutama dari dua hotel besar di Sangatta, yaitu Q Hotel dan Royal Victory, merupakan yang terbesar, yang lainnya belum maksimal,” ujarnya.

Selain itu, pajak dari perusahaan tambang juga menjadi salah satu kontribusi penting bagi PAD. “Pajak dari perusahaan tambang, hotel, dan lainnya terus kita optimalkan,” kata Joni.

Ia juga menambahkan bahwa sektor sawit baru beberapa tahun terakhir memberikan kontribusi yang lebih baik melalui bagi hasil dan tenaga kerja lokal.

Strategi pemerintah untuk menarik investor terus dilakukan, namun beliau mengakui bahwa masih banyak tantangan yang harus dihadapi. “Yang paling besar biasanya kan pajak dari sektor perhotelan dan perusahaan tambang. Ini yang terus kita optimalkan untuk meningkatkan PAD,” tuturnya.(Adv-DPRD/RH)

Loading