KUTAI TIMUR – Kabupaten seluas 35.748 km² ini memang memiliki segalanya. Mulai dari bentang alam, wisata, budaya, hingga flora dan fauna masih lengkap tersedia. Selain itu, Kabupaten Kutai Timur juga memiliki hutan terpelihara sebanyak 68% dari luas wilayahnya. Upaya konservasi dan penyelamatan lingkungan juga terus dijaga. Dengan segala potensi yang dimiliki itu, pemerintah Kutai Timur pun merilis slogan baru, yakni Magic Land (Tanah yang penuh keajaiban).
Namun hal tersebut tidak termasuk dalam salah satu faktor penyumbang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) terbesar yang ada di Kutai Timur ini sendiri.
Salah satu Anggota Komisi A (Bidang Pemerintahan) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur, Novel Tyty Paembonan, mengimbau agar pemerintah berkoordinasi terlebih dahulu tentang hak Pemerintah Daerah (Pemda) kepada Provinsi bahkan sampai pusat terkait dengan pengelolaan laut di Kutai Timur.
“Ketika kita tau hak kita, kita bisa membawa. Contoh kalau misalnya kita bikin seperti di Bontang ada keramba kerapu. Masa kita tidak bisa bikin begitu?” ucapnya dalam sesi wawancara kepada awak media di gedung DPRD Kutai Timur, pada Jumat (9 Agustus 2024).
Ia menekankan bahwa Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) harus memaksimalkan sumber daya manusia yang ada untuk mengembangkan potensi laut di Kutai Timur. Novel melihat bahwa selama ini, laut di wilayah tersebut belum dikelola dengan optimal, hanya menjadi tempat rekreasi tanpa ada upaya serius untuk pemanfaatan lebih lanjut.
“Artinya potensi-potensi ini harusnya kita kembangkan. Kita punya sumber daya manusia di dinas Kelautan dan Perikanan yang punya visi jauh ke depan. Bagaimana laut kita yang selama ini cuma kita pandang saja dan kita main-mainin airnya atau kita berenang-renang,” ujar politisi partai Gerindra tersebut.(Adv-DPRD/RH)
![]()

