KUTAI TIMUR – Ketua Komisi D (Bidang Kesejahteraan Rakyat) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur, Yan Ipuy, menyambut positif pelaksanaan Pesantren Kilat Ramadan 1445 H Tahun 2024 yang diinisiasi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur. Kegiatan digelar di pelataran indoor Masjid Agung Al-Faruq pada 27-29 Maret 2024 lalu diikuti sekitar 600 siswa-siswi SMP dari zona 1, meliputi Kecamatan Sangatta Utara, Sangatta Selatan, Teluk Pandan dan Bengalon.
Yan Ipuy menyatakan dukungannya terhadap program ini. “Kami sangat mengapresiasi inisiatif Disdikbud Kutai Timur dalam menyelenggarakan Pesantren Kilat Ramadan ini. Kegiatan semacam ini sangat penting untuk meningkatkan pemahaman agama dan karakter siswa-siswi kita,” ujarnya.
Yan menambahkan DPRD Kutai Timur siap mendukung penuh upaya peningkatan kualitas pendidikan agama di Kutai Timur. “Kami berharap kegiatan seperti ini dapat diperluas ke seluruh kecamatan di Kutai Timur pada tahun mendatang. DPRD akan mendorong alokasi anggaran yang memadai untuk program-program serupa,” tegasnya.
Sementara itu, Anggota Komisi B (Perekonomian dan Keuangan) DPRD Kutai Timur, Mohammad Ali, menekankan pentingnya sinergi antara pendidikan umum dan agama. Dengan dukungan penuh dari DPRD Kutai Timur maka diharapkan program Pesantren Kilat Ramadan ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi peningkatan kualitas pendidikan dan pemahaman agama di Kutai Timur.
“Pesantren Kilat ini sejalan dengan konsep Merdeka Belajar yang digagas pemerintah. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi model percontohan bagi daerah lain dalam mengintegrasikan nilai-nilai agama ke dalam kurikulum pendidikan,” jelasnya.
Sebelumnya, Bupati Kutai Timuir, Ardiansyah Sulaiman telah menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini dan berharap dapat menjadi barometer peningkatan iman dan takwa. Ia juga mendorong para guru Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk memanfaatkan fasilitas yang ada di Masjid Agung Al-Faruq, termasuk replika Ka’bah untuk praktik manasik haji.
Kepala Disdikbud Kutai Timur, Mulyono, mengungkapkan pesantren kilat ini sangat relevan dengan kurikulum Merdeka Belajar. “Kegiatan ini menjadi momen yang tepat di Bulan Ramadan untuk meningkatkan iman dan takwa peserta didik,” ujarnya. Mulyono juga berharap tahun depan jumlah peserta dapat ditingkatkan dan mencakup seluruh kecamatan di Kutai Timur. (Adv-DPRD/Q)
![]()

