KUTAI TIMUR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) memiliki sejumlah upaya yang rutin dilakukan untuk mencegah tindakan korupsi tidak terjadi. Yakni, melalui program Pencegahan Korupsi Terintegrasi.

Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, saat membuka kegiatan sosialisasi anti korupsi beberapa hari yang lalu. Ada beberapa program anti korupsi dan program pencegahan korupsi daerah yang telah dilaksanakan. Yaitu pengenalan tindak pidana korupsi, upaya atau program pemberantasan korupsi daerah. Selain itu, ada program inovasi dalam pencegahan korupsi daerah, sosialisasi saber pungli, sosialiasai survey penilaian integritas dan sosialisasi gratifikasi.

“Kami di Pemkab sudah memiliki program anti korupsi dan program pencegahan korupsi. Itu sebagai upaya Pemkab untuk mencegah dan jangan sampai terjadi korupsi di wilayah kita,” kata dia.

Orang nomor satu di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) ini juga menyebut, bahwa masalah korupsi itu merupakan pekerjaan yang berat. Meski begitu, Ardiansyah menegaskan, akan melakukan berbagai upaya pencegahan agar praktik korupsi tak terjadi di wilayahnya.

“Memang ini pekerjaan yang berat dan kami pun berkomitmen tetap optimis dan yakin bisa mencegah hal ini agar tidak terjadi,” tegasnya.

Lanjut Ardiansyah, korupsi bisa masuk dari berbagai kesempatan berupa hal kecil yang semula tidak terasa. Untuk mencegah terjadinya korupsi, semua pihak harus waspada dan saling mengingatkan.

Oleh sebab itu, diperlukan pencegahan korupsi yang harus dilakukan secara bersama-sama dan membutuhkan komitmen nyata. (Adv/Kominfo/Ne)

Loading