KUTAI TIMUR – Menyusul status pandemi Covid-19 sudah dicabut, artinya semua aktivitas dan program pendidikan di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) bisa berjalan secara normal. Sehingga, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutim mulai fokus menjalankan program-programnya soal peningkatan dunia pendidikan.
Menanggapi hal ini, Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Kutai Timur, David Rante, mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) yang kembali fokus untuk menata program baru untuk mengembangkan dunia pendidikan. Karena sebelumnya, sejumlah program tidak bisa berjalan karena anggaran dimanfaatkan untuk penanganan Covid-19.
“Setelah pandemi Covid-19 berakhir, saya melihat sejumlah OPD mulai menata sejumlah programnya. Salah satunya yang kami lihat itu di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan,” ucap dia.
Politisi dari Partai Gerindra ini meminta kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Timur untuk melakukan inventarisasi data soal kebutuhan sarana prasarana dan kebutuhan tenaga pendidikan, karena selama pandemi Covid-19, data itu belum terupdate.
Tujuan dari inventarisasi data kebutuhan sarpras dan tenaga pendidik ini untuk menentukan progam dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutim. Selain itu, juga akan menghasilkan data yang lebih akurat dan pasti.
“Kemudian yang kedua adalah penanganan inveterisasi soal kebutuhan sarana prasarana, kebutuhan guru itu belum terupdate dengan bagus, sehingga Dinas tak punya data yang akurat dan pasti,” pintanya.
Ia berharap, kedepannya program yang dicanangkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Timur bisa dijalankan secara maksimal, sehingga upaya untuk menciptakan generasi yang berkualitas dan unggul bisa tercapai. (Ty/Adv-DPRD)
![]()

