KUTAI TIMUR – Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sekolah jenjang SMA/SMK di Kutai Timur terjadi permasalahan, yakni daya tampung sekolah dan jumlah pendaftar yang tidak seimbang.

Permasalahan itu terjadi di Kecamatan Sangatta Utara dan Selatan. Totalnya jumlah lulusan SMP ada 5.000 anak, namun yang terakomodir di sekolah SMA/SMK Negeri hanya 3.500 orang. Sehingga, para peserta didik dan orang tuanya merasa tidak terima dan melaporkan hal ini kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim).

Hal ini dikatakan oleh Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Kutai Timur, David Rante. Mengatasi masalah ini, dirinya meminta kepada Pemprov Jatim melalui UPT Disdikbud Kaltim Wilayah 2 untuk menambah ruang kelas baru di sekolah yang jumlah siswanya overload.

“Kami sudah menerima laporan dan aduan dari masyarakat soal adanya ribuan pelajar lulusan SMP yang tidak diterima di sekolah negeri SMA/SMK. Mengatasi hal ini, kami meminta Dinas untuk menambah ruang kelas yang jumlah siswa nya overload,” kata David.

David menuturkan, jumlah pendaftar siswa baru yang overload itu terjadi di sejumlah sekolah tingkat SMA/SMK di Sangatta. Meliputi, SMAN 1,2 Sangatta Utara, SMAN 1 Sangatta Selatan, SMAK Negeri 1 dan SMK Negeri 2 Sangatta Utara.

Persoalan ini sudah terjadi sejak tahun-tahun sebelumnya. Solusi jangka pendeknya adalah melakukan penambahan ruang kelas baru di sejumlah sekolah itu. Harapannya, UPT Disdikbud Kaltim Wilayah 2 bisa segera menindaklanjuti usulan ini.

“Solusi jangka pendeknya itu adalah melakukan penambahan ruang kelas baru. Kami meminta UPT Disdikbud Kaltim Wilayah 2 bisa segera menindaklanjuti hal ini,” tutur dia.

David mengaku, sebenarnya dirinya merasa geram dan menyayangkan persoalan ini kembali terjadi di Kabupaten Kutai Timur. Hal ini menandakan, bahwa Dinas terkait tidak melakukan evaluasi dan tidak memperbaiki kesalahan yang terjadi sebelumnya. (Ty/Adv-DPRD)

Loading