KUTAI TIMUR – Pemerintah saat ini gencar mengkampayekan gerakan menyantap pangan Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) yang menjadi upaya peningkatan ketersediaan dan konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang dan berbasis pada potensi sumber daya lokal.
“Jadi jangan hanya mengkonsumsi nasi saja. Bisa jagung, ubi, singkong. Nah, dulu ada istilah 4 sehat 5 sempurna. Sekarang dengan B2SN ini lebih beragam dan lengkap, serta memiliki kandungan gizi yang lebih baik. Tentunya masih bisa didapatkan di sekitar rumah kita,” ujar Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan, Bennie Hermawan, mewakili Kepala Dinas.
Dirinya membeberkan, pangan beragam memiliki makna bermacam-macam jenis makanan, baik hewani maupun nabati yang menjadi sumber karbohidrat, protein, vitamin dan mineral. Untuk mendukung aktifitas sehari-hari, diharapkan masyarakat juga harus memperhatikan makanan yang dikonsumsi harus memiliki kandungan gizi yang berbeda sehingga kebutuhan gizi kita dapat terpenuhi.
“Bergizi artinya mengandung zat gizi makro dan mikro yang dibutuhkan oleh tubuh,” imbuhnya.
Selain itu, Seimbang artinya dikonsumsi secara cukup sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu dengan tetap memperhatikan proporsi yang sesuai. Sedangkan Aman memiliki makna harus bebas dari cemaran fisik, kimia dan mikrobiologi sehingga proses pengolahan dan penyimpanan makanan harus dilakukan dengan baik.
“Nah kampanye untuk mengajak masyarakat mengoptimalkan sumber pangan lokal ini terus kami lakukan agar mereka tidak hanya terpaku dengan bahan pangan tertentu,” ujarnya.(Tj/Adv-Kominfo)
![]()

