SENDAWAR – Dalam upaya pengembangan kegemaran dan pembudayaan membaca melalui layanan, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kutai Barat pada Bidang Perpustakaan sedang melaksanakan layanan perpustakaan keliling.
Kegiatan ini menjadi titik fokus layanan pada satuan pendidikan dasar meliputi sekolah tingkat dasar dan mendekatkan diri kepada masyarakat.
Tujuan dari layanan perpustakaan keliling ini antara lain untuk mendekatkan bahan bacaan kepada peserta didik yang tidak memungkinkan untuk datang ke Puspustakaan Umum yang jauh dari desa.
Kegiatan perpustakaan keliling ini dilaksanakan lebih bernuansa dengan suasana wisata baca artinya setiap siswa-siswi punya tujuan masing-masing, mulai dari mengenal jenis buku-buku, isi atau materi buku yang ada di Mobil Unit Perpustakaan Keliling (MUPK), sehingga diharapkan kepada sekolah yang menjadi titik layanan agar kegiatan layanan perpustakaan keliling ini dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk membuat kegiatan yang nuansa literasi di setiap lingkungan.
Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Kutai Barat, Zairin H menyampaikan, Perpustakaan Keliling/Pusling adalah salah satu kegiatan menghadirkan Mobil Unit Perpustakaan Keliling yang memberikan layanan membaca di beberapa titik layanan.
“Ini dilaksanakan guna mensukseskan program budaya baca masyarakat juga Gerakan Litersi Sekolah (GLS). Dengan adanya perpustakaan keliling ini memungkinkan siswa-siswi sekolah dan masyarakat umumnya dapat memanfaatkan jasa yang diberikan oleh perpustakaan keliling ini,” jelas Zairin kepada media ini beberapa waktu lalu.
Bebarapa sekolah yang menjadi tujuan layanan Perpustakaan Keliling ini di Kutai Barat diantaranya, SDN 001 Barong Tongkok, SDN 001 Sekolaq Darat, SDN 002 Melak Ilir, SDN 002 Simpang Raya.
Semoga kegiatan layanan perpustakaan keliling ini dapat membantu kebutuhan informasi masyarakat dan anak-anak sekolah serta meningkatkan minat baca di Kabupaten Kutai Barat.
Dua unit kendaraan Perpustakaan Keliling sebagai upaya meratakan layanan informasi dan bacaan kepada masyarakat sampai ke daerah terpencil yang belum atau tidak memungkinkan adanya perpustakaan permanen.
“Jangkauan perpustakaan keliling untuk membantu siswa-siswa sekolah maupun masyarakat yang tidak memungkinkan untuk datang ke perpustakaan daerah hanya meminjam buku, sehingga kami mendekatkan diri ke masyarakat yang memerlukan,” jelas Zairin.
Tujuan diadakannya perpustakaan keliling untuk membantu perpustakaan umum dalam mengembangkan pendidikan nonformal kepada publik luas, memperkenalkan buku-buku dan bahan pustaka lainnya kepada publik, memperkenalkan jasa perpustakaan kepada publik, meningkatkan minat baca dan mengembangkan cinta buku pada masyarakat, dan mengadakan kerja sama dengan lembaga masyarakat sosial, pendidikan dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kemampuan intelektual dan kultural masyarakat.(*/mun/Adv-Dispusip)
![]()

