KUTAI TIMUR – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dalam hal ini Dinas Perpustakaan dan Kearsipan berupaya secara bertahap untuk beralih ke transformasi digital. Rencana paling dekat yang akan dilakukan adalah kaitannya dengan pengamanan data kearsipan, ditargetkan bisa dilakukan secara digital.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kutai Timur, Ayub Bid. Dijelaskannya, jika nanti beralih ke transformasi digital, seluruh petugas harus diberikan pelatihan atau pemahaman tentang pengamanan dokumen. Kemudian, dinas juga harus memiliki server yang kuat dan memadai, dimana hal itu membutuhkan anggaran yang besar.

“Nanti secara perlahan kita akan beralih ke transformasi digital. Namun hal itu akan kami lakukan secara bertahap, karena perlu server yang kuat dan itu anggarannya tidak sedikit. Kemudian juga harus ada SDM yang punya kemampuan,” jelasnya.

Ayub Bid menyebut, sebelum beralih ke transformasi digital secara keseluruhan, pihaknya memberikan sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat tentang cara melakukan pengamanan dat secara digital. Untuk sementara, masih terkait dengan dokumen pribadi seperti KTP, KK, dan lain sebagainya.

Jika masyarakat sudah memahami hal tersebut, maka nantinya ketika Pemkab sudah memiliki server yang kuat dan beralih ke transformasi digital, masyarakatnya tidak akan kaget dan bisa mengikuti program dari Pemkab.

“Jadi, masyarakatnya dulu kami berikan sosialisasi tentang transformasi digital dan nantinya kalau Pemkab sudah siap beralih ke digital maka masyarakat tinggal mengikutinya saja,” katanya.

Ayub juga menambahkan, apalagi daerah di Kabupaten Kutai Timur terdiri dari perairan, daratan, hutan, pantai. Sehingga, proses menuju transformasi digital memerlukan waktu yang panjang. (Ty/Adv-Dispusip)

Loading