KUTAI TIMUR – Anggota DPRD Kutim, Faizal Rachman, berharap pemerintah bisa membuat terobososan untuk mempercepat proses penyerapan anggaran, agar bisa berjalan sesuai dengan rencana yang sudah ditetapkan, sehingga program pembangunan segera dirasakan oleh masyarakat.
“Ini sekarang sudah bulan berapa? Waktu pengesahan APBD kemarin kan saya sempat intrupsi untuk mengingatkan pemerintah agar segera dikebut,” ujarnya.
Politisi dari Partai PDI Perjuangan ini menyebut, pemerintah dan DPRD menyepakati bahwa di tahun 2023 ini, ada program pembangunan yang pembiayaanya melalui kontrak skema tahun jamak (Multy Years Contrcat) sebesar Rp 1,364 triliun yang skenarionya akan dibayarakan di APBD murni dan perubahan 2023 serta APBD murni 2024 mendatang.
“Nah, tahun ini, APBD murni 2023 sekitar Rp 442 milyar, dan kita tau belum sama sekali ada yang berjalan, baru sampai perencanaanya. Dengan sisa waktu yang sudah masuk pertengahan tahun ini, apakah bisa terserap? belum lagi nanti di anggaran perubahan, yang ini (murni 2023) aja nggak bisa diserap, mosok mau ditambahain,” bebernya.
Anggota Komisi B Bidang Perekonomian dan Keuangan DPRD Kutim ini, meminta keseriusan pemerintah untuk melaksanakan seluruh program yang sudah disepakati dan menjadi tanggung jawab yang harus diselesaikan, sehingga anggaran yang sudah dialokasikan bisa terserap secara maksimal.
“Rakyat kan sudah menunggu. Jangan sampai kayak tahun lalu, SiLPA lagi. Kita kan nggak mau seperti itu,” pungkasnya.(Tj/Adv-DPRD)
![]()

