KUTAI TIMUR – Menjaga pola dan gaya hidup sehat tidak hanya berlaku bagi kaum muda saja, tetapi hal itu juga harus diberikan bagi masyarakat atau kaum lansia. Hal ini sudah pasti menjadi tanggung jawab dari masing-masing anggota keluarga.

Sebagaimana target dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Timur yakni menginginkan taraf kesehatan masyarakatnya baik, artinya tetap dalam kondisi sehat dan bugar di usia tua.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Timur, Bahrani, menjelaskan, ada 14 jenis masalah kesehatan yang sering dirasakan oleh lansia. Seperti, immobility (kurang bergerak), instability (berdiri dan berjalan tidak stabil atau mudah jatuh), incontinence (beser buang air kecil dan atau buang air besar), intellectual impairment (gangguan intelektual/dementia), infection (infeksi), impairment of vision and hearing, taste, smell, communication, convalescence, skin integrity (gangguan pancaindera, komunikasi, penyembuhan, dan kulit), impaction (sulit buang air besar), isolation (depresi), inanition (kurang gizi), impecunity (tidak punya uang), iatrogenesis (menderita penyakit akibat obat-obatan), insomnia (gangguan tidur), immune deficiency (daya tahan tubuh yang menurun), impotence (impotensi).

“Memang orang lansia itu kondisi kesehatan nya sudah berbeda dengan orang dewasa. Jadi harus menjadikan perhatian bagi anggota keluarga yang lainnya,” tegasnya.

Menurut Bahrani, agar kondisi kesehatan para lansia tetap terjaga dengan stabil, maka diperlukan menjaga asupan makanan yang dikonsumsi, harus aktif bergerak seperti olahraga ringan, serta mengkonsumsi vitamin agar daya tahan tubuh dan kondisi tubuh tetap sehat dan fit.

Satu hal paling penting adalah selalu rutin melakukan pengecekan kesehatan di puskesmas maupun rumah sakit. Hal ini sebagai upaya untuk mengantisipasi jika terjadi masalah kesehatan yang serius agar bisa ditangani dengan cepat

“Jadi memang menjaga asupan yang dikonsumsi juga harus diperhatikan. Kemudian kalau bisa tetap mengkonsumsi vitamin, aktif bergerak dan selalu rutin cek kesehatan di puskesmas ataupun rumah sakit,” tandasnya.

Bahrani mengingatkan kepada masyarakat yang memiliki anggota keluarga lansia harus memberikan perhatian lebih kepada yang bersangkutan, agar kondisi kesehatannya tetap stabil dan dalam keadaan baik. (Ty/Adv-Kominfo)

Loading