KUTAI TIMUR – Semenjak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai tancap gas mencari masyarakat yang suspect penyakit Tuberculosis (TBC). Akhirnya petugas berhasil menemukan ribuan warganya yang kontak erat dengan penderita TBC dan berpotensi tertular penyakit tersebut.

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Bidang Pemberantasan dan Pencegahan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Timur, Harwarti. Berdasarkan data, selama tahun 2019 yang lalu, ia menemukan ada 6.628 warganya suspect TBC. Jumlah temuan memang cukup besar, karena penderita TBC bisa menularkan penyakit tersebut paling tidak kepada 15-20 orang.

“Pada tahun 2019 yang lalu, kami menemukan suspect TBC sebanyak 6.628 orang. Jumlahnya memang besar, karena satu orang penderita itu bisa menularkan ke 15-20 orang dan itu yang sering kontak dengan penderita,” ucapnya.

Menurut dia, pergerakan dari penularan penyakit TBC ini sangat cepat. Apalagi di Kabupaten Kutai Timur itu banyak orang yang keluar masuk, sehingga tidak bisa dideteksi apakah orang tersebut dalam kondisi sehat atau sudah terkena TBC.

Masyarakat yang dinyatakan suspect TBC ini berasal dari berbagai kalangan umur, mulai dari anak,anak, remaja, dewasa hingga kaum orang tua.

“Pergerakannya itu kan sangat cepat, apalagi disini Kabupaten Kutai Timur banyak orang yang keluar masuk. Kita gak bisa deteksi apakah mereka ini TBC atau tidak,” ungkapnya.

Sekedar diketahui, aksi tancap gas semacam ini baru mulai digalakan pada tahun 2019. Ini berdasarkan intruksi dari Kementrian Kesehatan (Kemenkes) agar setiap daerah bisa mencari sebanyak-banyaknya masyarakat yang suspect atau menderita TBC. (Ty/Adv-Kominfo)

Loading