KUTAI TIMUR – Penyakit HIV/Aids memang menjadi salah satu penyakit yang menakutkan bagi masyarakat. Efek paling parah dari penyakit HIV/Aids adalah bisa menyebabkan kematian.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Timur juga sudah melakukan berbagai upaya untuk mengendalikan jumlah kasus HIV/Aids dengan rutin melakukan penyuluhan ke semua kalangan masyarakat dan lain sebagainya. Apalagi, Indonesia menargetkan pada tahun 2030 mendatang sudah melakukan eliminasi penyakit HIV/Aids.
Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Timur, Bahrani, mengungkapkan, agar terhindar dari penyakit HIV/Aids ini, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan. Dimana, penularannya melalui cairan tubuh seperti darah, air mani, cairan vagina atau cairan pra ejakulasi.
“Sebenarnya tidak perlu takut yang berlebihan, karena penyakit ini bisa dicegah dan dihindari. Asalkan harus menerapkan pola dan gaya hidup sehat, serta yang lainnya,” ungkap dia saat ditemui di Kantornya.
Bahrani menjelaskan, langkah yang bisa dilakukan mulai dari tidak melakukan hubungan seks secara gonta ganti, artinya hanya melakukan hubungan seks dengan pasangan. Jika memang tidak bisa menghindari melakukan hubungan seks dengan sejumlah orang, maka disarankan untuk memakai pengaman seperti kondom. Kemudian, harus menghindari penggunaan jarum suntik secara bergantian, bila mana hal ini dilakukan, maka darahnya akan bercampur jadi satu dan bisa menyebabkan tertular penyakit salah satunya HIV/Aids.
“Pertama tidak boleh melakukan hubungan seks dengan banyak orang atau gonta ganti, harus dengan pasangannya. Kalau memang terpaksa tidak bisa, ya harus pakai pengaman atau kondom. Lalu hindari penggunaan jarum suntik secara bergantian, artinya satu jatuk suntik digunkan untuk dua orang atau lebih,” jelas dia.
Ia menambahkan, jika pola dan gaya hidup sehat diterapkan dan menghindari perilaku buruk semacam itu, maka masyarakat bisa terhindar dari penyakit berbahaya HIV/Aids. (Ty/Adv-Kominfo)
![]()

