KUTAI TIMUR – Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Timur Provinsi Kalimantan Timur, angka usia kehidupan setiap tahunnya terus mengalami peningkatan.
Pada tahun 2022 yang lalu, angka usia kehidupan di Kabupaten Kutai Timur 74,6 tahun. Sedangkan pada tahun 2023 ini mengalami kenaikan dan bertambah menjadi 74,9 tahun atau hampir 75 tahun.
Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Timur Provinsi Kalimantan Timur, Bahrani, menyatakan, angka ini diketahui setelah dilakukan survei dilapangan beberapa kali. Hal ini menandakan bahwa pola dan gaya hidup masyarakat di Kabupaten Kutai Timur mulai menunjukan ke arah yang lebih baik.
“Saat ini angka usia kehidupan di Kabupaten Kutai Timur 74,9, jika dibandingkan sebelumnya ada kenaikan. Sebelumnya itu 74,6, saat ini sudah hampir mendekati angka 75,” ucap Bahrani.
Bahrani menyebut, artinya ketika ada bayi lahir di Kabupaten Kutai Timur bisa hidup selama 75 tahun. Asalkan harus menerapkan program germas dan cerdik yang saat ini sedang digaungkan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes). Germas sendiri merupakan sebuah gerakan yang bertujuan untuk memasyarakatkan budaya hidup sehat serta meninggalkan kebiasaan dan perilaku masyarakat yang kurang sehat.
Sedangkan Cerdik merupakan kunci utama yang harus diterapkan oleh masyarakat agar tetap bisa hidup sehat. Mulai dari cek kesehatan secara teratur, rajin berolahraga, melakukan diet seimbang, istirahat dengan cukup dan mengelola stres dengan baik.
“Ketika ada bayi lahir di Kabupaten Kutai Timur, diharapkan bisa hidup sampai 75 tahun. Kuncinya dengan menerapkan program germas dan cerdik yang saat ini terus kami gaungkan kepada masyarakat,” tegas dia.
Lebih lanjut ia menambahkan, pihaknya meminta dan mendorong masyarakat untuk tetap menerapkan pola dan gaya hidup sehat, serta menekankan pada masyarakat bahwa kesehatan merupakan investasi utama dalam menjalani kehidupan. (Ty/Adv-Kominfo)
![]()

