SAMARINDA – Ruang terbitan berkala yang ada di Bidang Layanan, Otomasi dan Kerjasama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Kalimantan Timur mungkin bagian yang jarang disentuh oleh pemustaka. Bayangkan dalam satu hari belum tentu ada pemustaka yang berkunjung ke ruangan yang terletak di lantai satu bagian belakang ini kecuali jika ada kunjungan dari siswa-siswi sekolah baru diarahkan ke ruang terbitan berkala.

Yuniwati, pustakawan yang ditugaskan di ruang terbitan berkala saat ditemui media ini mengungkapkan hanya pengunjung tertentu saja yang berkunjung kesini. “Dalam satu hari belum tentu ada pemustaka yang sengaja kemari. Kalau dalam 1 minggu pasti ada 5 hingga 10. Mereka rata-rata mencari referensi koran yang telah lewat terbitnya. Dalam 1 hari paling banyak 5 orang saja yang berkunjung ke deposit terbitan berkala. Karena orangnya tertentu saja, ada pengunjung kami yang cari Kaltim Post saja, hanya saja sekadar datang lihat. Karena deposit koleksi yang ada di terbitan berkala ini tidak dapat di bawa pulang, hanya untuk dibaca di tempat,” ungkap Yuniwati.

Sebagai pemustaka, Yuniwati merasa tertantang agar pemustaka berkunjung kesini, “Saya sudah berusaha menyusun terbitan yang ada masuk, menyiapkan jurnalnya agar mempermudah bagi pemustaka yang memanfaatkan koleksi di terbitan berkala,” ucapnya.

Diungkapkan Yuni, waktu berkunjung dari Perpusnas saat akreditasi ada saran agar dibuat Arsiparis disiapkan ruang khusus untuk menyimpan, bagi yang memerlukan deposit cukup ngomong ke petugas nanti petugas yang mencirikan, sehingga koleksi pustaka bisa terjaga.

Untuk terbitan berkala, pihak Perpustakaan mengalami kendala dalam mendapatkan jumlah exemplar terbitan berkala. “Pada tahun 2022 kemarin yang rutin datang hanya 4 majalah, 4 koran (Kompas, Kaltim pos, Samarinda Pos dan Tribun Kaltim). Sedangkan majalah Bobo, Intisari, Tempo dan Trubus, masing-masing langganan hanya satu eksemplar,” terangnya.

Yuniwati berharap setiap penerbit berkala agar menyimpan produk penerbitannya di perpustakaan. “Paling tidak ada setiap edisi bisa diserahkan ke perpustakaan agar sewaktu-waktu di cari masih ada dan bisa lestari. Karena ini ada aturannya kewajiban menyerahkan hasil karya terbitannya berkala,” jelas Yuniwati saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (10/5/2023).(*/Mun/Adv-Dispusip)

Loading