SAMARINDA – Pekan Nasional (Penas) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) XVI di Kota Padang, Sumatera Barat siap digelar Juni tahun 2023 ini, setelah tertunda sejak 2021 lalu karena pandemi COVID-19. Sebelumnya, Penas KTNA XV Tahun 2017 dipusatkan di Kota Aceh.

Penas KTNA yang merupakan pertemuan atau tempat kegiatan belajar-mengajar, lomba peragaan unjuk tangkas dan asah terampil, menukar informasi dan pengalaman antara para petani-nelayan, peneliti, penyuluh, pihak swasta dan pemerintah ini akan berlangsung pada 10-15 Juni 2023 mendatang di Lanud Sutan Sjahrir Tabing. Mengambil tema “Memantapkan Penguatan Potensi dan Posisi Tawar Komoditi Lokal untuk Mewujudkan Kemandirian Pangan Berkelanjutan Menuju Indonesia Lumbung Pangan Dunia 2045”.

Kontingen Kaltim pun siap sukses prestasi mengikuti Penas KTNA XVI di Kota Padang. Namun, semua itu harus dilakukan perencanaan matang dalam melakukan persiapan. Untuk itu, digelar Rapat Koordinasi (Rakor) dan Sinkronisasi Persiapan Kaltim dan Kabupaten/Kota garapan Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Kaltim bekerja sama dengan Balai Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kaltim di Ballroom Hotel Mercure, Senin (8/5/2023) kemarin.

Rakor dipimpin langsung oleh Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Pemprov Kaltim, Ujang Rachmad, didampingi oleh Plh Kepala DPTPH Rini, Ketua KTNA Kaltim Anwar hingga undangan lainnya. Sementara, untuk Kutim dihadiri oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kutim, Dyah Ratnaningrum, beserta jajaran staf.

Dalam laporannya, Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Pemprov Kaltim, Ujang Rachmad, mengatakan jika ada total sebanyak 1.037 peserta dari kontingen Kaltim bersiap berangkat menuju Padang.

“Para peserta Kaltim berasal dari perwakilan petani dan nelayan dari 10 kabupaten/kota mulai dari Mahulu, Kubar, Berau, Kutim, Bontang, Kukar, Samarinda, Balikpapan, PPU dan Paser. Mereka akan mengikuti serangkaian kegiatan meliputi pameran, temu karya, temu teknologi, karya wirausaha, dan unjuk tangkas,” ujarnya.

Masing-masing pihak diminta siap dengan bidang tugas dan fungsi yang telah dilakukan pembagian oleh panitia, baik panitia di tingkat provinsi maupun tingkat kabupaten/kota kota masing-masing. Semua Peserta diminta harus mengesampingkan ego sektor dan ego daerah.

“Saya harap kontingen Kaltim bisa sukses dalam ajang ini. Untuk itu diperlukan kerjasama yang solid. Karena contoh saja, jika peserta ada masalah bisa ditangani bersama. Jangan mengatakan saya dari dinas ini dan itu, semua adalah demi kemajuan sektor pertanian dalam arti luas, termasuk jangan merasa dari kabupaten ini dan kota itu, tapi semua atas nama kontingen Kaltim,” katanya.

Produk lokal maupun materi yang akan disajikan Kaltim dalam Penas KTNA XVI adalah pisang grecek, tepung mokaf, beras organik merah, beras organik putih, beras mayas, beras serai, gula aren, kopi, minyak merah sawit, sabun kecantikan dari sawit, lada malonan. Kemudian telur asin, keripik paru, minuman dari sarang burung walet, madu kelulut, produk olahan dari perikanan, dan turut dibawa perajin amplang dari rumput laut untuk melakukan praktik di gerai pameran di Padang.

Sementara itu, Kepala DTPHP Kutim, Dyah Ratnaningrum, mengatakan Kutim siap mendukung kontingen Kaltim menorehkan prestasi di Penas KTNA XVI di Kota Padang tahun ini.

“Kutim akan membawa para petani dan nelayan terbaik yang sudah diseleksi untuk mengikuti sejumlah kegiatan. Jumlahnya ada 52 peserta utama. Sementara untuk tambahan yakni rombongan dari peninjau atau pendamping sebanyak 26 orang dan OPD terkait yang ikut berpartisipasi ada 52 orang. Jadi nanti ada rombongan dari Kutim totalnya ada 130 orang,” terangnya.

Kontingen Kaltim akan dilepas oleh Gubernur Kaltim, Isran Noor, dilaksanakan pada 8 Juni 2023 mendatang di Halaman Kantor Gubernur Kaltim. Terdiri dari peserta dari kontingen provinsi dan perwakilan kabupaten/kota. Tidak lupa, nantinya stand pameran Kaltim menggunakan tema yakni komoditas lokal Kaltim dalam mewujudkan kemandirian pangan ditambah desain latar Ibu Kota Nusantara (IKN). Menggambarkan keberhasilan pembangunan di Kaltim beserta dukungan pembagunan IKN. Nanti, pihaknya akan memastikan keterlibatan seluruh peserta dari kabupaten/kota dalam setiap kegiatan. (Fj/Adv-Kominfo)

Loading