KUTAI TIMUR – Semua pasar yang ada di Kaltim dan khususnya Kutai Timur (Kutim) yang masih dalam kondisi stabil saat ini patut disyukuri. Karena hal tersebut menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kondisi inflasi. Khususnya semakin maraknya UMKM bergerak ditengah-tengah masyarakat. Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan bahwa inflasi Indonesia dan Kalimantan Timur (Kaltim) sampai saat masih dalam kategori rendah.
“Alhamdulillah inflasi di Indonesia, Kaltim dan Kutim khususnya tetap rendah. Semua tak lain karena pergerakan perekonomian yang didukung semua elemen masyarakat. Termasuk para pelaku UMKM,” kata Ardiansyah.
Lebih lanjut, ia juga menyampaikan bahwa tujuan pertama dari kegiatan bazar UMKM Kutim adalah agar terjadi transaksi antar masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat. Agar lebih menarik, pihak penyelenggara diminta hadirkan entertaiment (hiburan) didalamnya. Tujuan kedua diharapkan antara pelaku UMKM ini mendapat banyak pelajaran dari Genpro yang mendampingi kegiatan ini, sehingga ada peningkatan produk, kualitas, manajemen keuangan, manajemen bisnis dan sebagainya.
Selain itu, ia juga menyampaikan perkembangan investasi di Kutim yakni di tahun 2020 investasi tercatat oleh BKPN sebesar Rp 3 triliun, tahun 2021 naik menjadi Rp 8,9 triliun dan di tahun 2022 kembali naik menjadi Rp 12,46 triliun. Harapannya di tahun 2023 lebih meningkat lagi dengan adanya perusahaan Kobexindo yang akan beroperasi dengan nilai investasai hampir Rp 30 triliun.
“Artinya dunia usaha mampu berkembang di Kutim baik sektor pertanian dalam arti luas, sektor pertambangan dan sektor sektor lainnya,” jelasnya dihadapan Ketua TP PKK Kutim Siti Robiah, Kadis Koperasi dan UKM Darsafani, Camat Bengalon Suharman, Forkopimcam, Kades Tepian Baru Edy Suprianto, perwakilan perusahaan dan tamu undangan lainnnya
Terakhir, ia berharap dengan adanya bazar UMKM di Desa Tepian Indah, para pelaku UMKM yang menjual produknya bisa mendapatkan keuntungan, begitu juga dengan masyarakat yang hadir bisa berbelanja dan mendapatkan hiburan yang disuguhkan oleh penyelenggara baik dari dari Dinas Koperasi dan UKM maupun desa setempat.
Sebelumnya, Camat Bengalon, Suharman, menyampaikan ucapatan terima kasih kepada Bupati Kutim karena wilayahnya (Kecamatan Bengalon) sudah dilaksanakan 3 kali bazar promosi UMKM yakni di Desa Sepaso, Sekerat dan Tepian Indah yang akan berlangsung dari tanggal 8-13 Mei 2023.
“Untuk menyambut HUT RI tahun 2023 di Kecamatan Bengalon, saya berencana melakukan kegiatan pengembangan UMKM (bazar) selama 20 hari dan didalamnya nanti ada kegiatan pertandingan kesenian maupun pertandingan lainnya agar semua UMKM pada bergerak,” ucapnya.
Sementara itu, Kadis Koperasi dan UKM Kutim, Darsafani, menjelaskan bahwa program yang dilaksanakan oleh Dinas Koperasi dan UKM adalah program berkelanjutan. Dimulai dari kegiatan pelatihan terhadap pelaku usaha mikro kecil yang sudah diprogramkan dari tahun 2022 kemarin. Di tahun 2023 ada 34 pelatihan. 30 dilakukan oleh Dinas koperasi dan UKM dan 4 dilakukan oleh Genpro. Selain itu, Dinas Koperasi dan UKM telah menfasilitasi sebanyak 622 UMKM. Semua dilakukan untuk peningkatan UMKM kedepannya.
“Ada 11 pelatihan yang sudah diberikan kepada 312 UMKM. Fasilitasi promosi expo sebanyak 85 UMKM, pendampingan perizinan berusaha sekitar 200 UMKM dan sertifikasi halal sebanyak 30 UMKM,” jelasnya. (Fj/Adv-Kominfo)
![]()

