KUTAI TIMUR – Road Show Bazar UKM Kutim 18 kecamatan di titik ketiga yang dipusatkan di area halaman Gedung Adat Besar Kutai di Jalan APT Pranoto, Senin (17/4/2023) resmi berakhir. Kegiatan untuk memberdayakan UKM ini ditutup langsung oleh Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, didampingi Wabup, Kasmidi Bulang.
Ketua Penyelenggara Genpro Indonesia, Leon, melaporkan jika kegiatan ini siap menjadi barometer perekonomian kerakyatan.
“UKM semakin tumbuh terutama di Ramadan. Kegiatan di titik ketiga ini diisi 25 tenda yang berasal dari 10 OPD. Nah ada kabar baik, jika nantinya para peserta dari 10 OPD ini akan diundang untuk mengikuti pelatihan kurasi produk karena kita akan melihat kelayakan. Insyaallah, Juli mendatang ada pameran expo di Bali, untuk itu produk UKM Kutim akan kita bawa kesana untuk melihat peluang pasar nasional,” jelasnya.
Selanjutnya, nilai transaksi dalam bazar titik ketiga ini berjumlah Rp 39 juta. Memang diakuinya agak kurang besar dan belum maksimal. Karena beberapa hari yang lalu sempat ada serangan badai yang merusak tenda ditambah lagi cuaca hujan. Namun pihaknya tak patah semangat, karena masih ada waktu kegiatan lainnya di 24 April 2023 melalui bazar di sekitaran Pantai Sekerat.
“Disana ada banyak wisata, untuk itu kami manfaatkan sebaik mungkin dengan adanya kunjungan wisata oleh masyarakat dan ini momennya sangat tepat untuk mendapatkan nilai transaksi lebih besar. Nantinya selesai dari Sekerat kita akan bergeser ke Muara Wahau, disana nanti kita gelar bazar karena ada perhelatan event budaya Lom Plai,” ujarnya.
Sementara itu Kepala Diskop UKM Kutim, Darsafani, mengutarakan ia turut berharap kepada seluruh OPD di lingkungan Pemkab Kutim semuanya mendukung bazar ini.
“Memang di titik ketiga ini belum maksimal. Tapi di titik selanjutnya, kita akan gabungkan dengan promosi wisata dan target nilai transaksinya harus meningkat,” singkatnya.
Pada penutupan kegiatan gelaran Diskop UKM Kutim bekerja sama dengan Genpro Indonesia tersebut, Bupati Kutim, H Ardiansyah Sulaiman menyampaikan sejumlah catatan penting. Ia berharap selanjutnya diperhelatan Bazar UKM lebih kreatif dan semarak dikolaborasikan dengan gelaran kesenian budaya ataupun sebagainya.
“Dimana ada titik lokasi yang pas bisa menumbuhkan ekonomi kerakyatan gandenglah tim kesenian hiburan agar acara lebih bisa banyak mendatangkan massa untuk berbelanja,” katanya seraya memberi saran.
Kemudian, Ardiansyah juga melaporkan bahwa kondisi inflasi di Indonesia masih dalam relatif bagus. Karena sesuai dengan instruksi Presiden RI Jokowi seluruh daerah wajib mengembangkan ekonomi kerakyatan.
“Ya dengan gelaran Bazar UKM ini. Untuk itu, hidupkan produk UKM. Dan jika bagus, langsung kurasi mana yang layak untuk bisa dikirim menembus pasar global,” ajaknya.
Dia menyakini jika dijalankan, UKM pastinya akan semakin tumbuh lewat kurasi produk yang berkualitas. Hal penting lain yang disampaikan oleh orang nomor satu di Pemkab Kutim tersebut adalah mendekati lebaran. Lonjakan harga kebutuhan pokok di Kaltim masih stabil, hanya beberapa komoditi yang tidak terlalu dominan. Seperti cabai merah dan daging sapi yang harganya agak naik, namun itu tidak terlalu signifikan. Contohnya saja di Kutim, ada beberapa kenaikan dari data Disperindag karena hanya 4 komoditi saja yang naik.
Berikutnya pihak Diskop UKM diminta jeli dalam memasarkan produk UMKM Kutim. Karena hingga kini program sudah on the track dan terus dikenalkan ke masyarakat Kutim. (Fj/Adv-Kominfo)
![]()

