SAMARINDA – Ketersediaan buku bahan bacaan yang bermutu sesuai keperluan warga masyarakat tidak hanya menjadi kebutuhan warga perkotaan saja, tetapi warga di pedesaan juga sangat memerlukan literasi agar terwujud pemerataan mencerdaskan warga masyarakat.

Untuk keperluan tersebut, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Kalimantan Timur akan mencanangkan suatu konsep layanan pinjam buku antar daerah yang disampaikan langsung oleh Kepala DPK Kaltim, Muhammad Syafranuddin, Senin 26 Maret 2023.

Pria yang akrab disapa Ivan tersebut memaparkan sistem layanan pinjam buku antar daerah diharapkan dapat memudahkan masyarakat Benua Etam untuk mendapatkan buku yang dicari di semua Perpustakaan yang ada di Kaltim, Sistem tersebut berkonsep, ketika pengunjung mencari suatu buku yang tidak tersedia di DPK Kaltim maka DPK Kaltim akan menghubungi langsung DPK kota dan kabupaten terdekat untuk berkoordinasi dalam proses peminjaman buku.

“Misalnya ada masyarakat di Samarinda meminjam buku jurnalistik, dicari disini ternyata tidak ada ternyata ada di DPK Balikpapan, nah nanti dari pihak kami bisa membantu untuk mendapatkan buku tersebut, jadi masyarakat Samarinda tidak perlu lagi ke Balikpapan,” terangnya.

Ivan menuturkan Untuk mewujudkan konsep tersebut, DPK Kaltim akan merumuskan dan mengadakan MoU dengan DPK kabupaten dan kota agar masyarakat di Kaltim semakin mudah untuk membaca buku. “Itu yang masih kami kaji lebih lanjut dan akan mengadakan MoU, jadi memudahkan layanan dengan konsep seperti itu, secepatnya akan kita buat,” jelasnya.

Tak hanya memudahkan proses peminjaman buku pada pengunjung, keinginan Ivan untuk menyediakan koleksi buku pada masyarakat perbatasan Kaltim menjadi misi besar DPK Kaltim kendati masih banyaknya kendala seperti biaya pengiriman yang besar akibat medan yang ditempuh dalam penyaluran buku cukup susah untuk diakses.

“Insya Allah di tahun ini kami akan meningkatkan buku-buku di kawasan perbatasan Kaltim kami sudah mengirimkan buku sebanyak 7000 buku dari 700 judul untuk kawasan perbatasan yang tersebar di 3 perpustakaan desa,” terang Ivan.

Ia berharap upaya penyaluran buku guna pemerataan literasi di Kaltim turut menjadi perhatian seluruh pihak. “Kami berharap, ada kerjasama dengan Pemerintah Desa (Pemdes) bagaimana mengatasi ini, jadi nanti Pemdes tidak menggunakan dana desa untuk pengadaan buku, tapi kami yang akan menyiapkan, sebagai gantinya biaya transportasi dapat menjadi subsidi dari Pemdes setempat,” ungkap Ivan. (*/Mun/Hms/Adv-Dispusip)

Loading