BERAU – Sudah menjadi sunnah Rasul selain berenang dan berkuda, Islam juga mengenalkan memanah atau panahan sebagai olahraga bernilai ibadah. Di zaman sekarang, memanah sudah menjadi olahraga prestasi. Bagi masyarakat yang tertarik dengan dunia olahraga, tentu sudah tidak asing lagi dengan panahan, sebab olahraga ini sudah mendunia.

Di Indonesia sudah berdiri Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) yang menaungi banyak klub panahan se-Nusantara. Atletnya tak hanya kaum Adam, namun juga sudah merambah kaum Hawa. Di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) saat ini sudah banyak pemanah berprestasi. Salah seorang diantaranya adalah Tabina Noor Rumondang Siburian, atlet panahan dari Perpani Kutim.

Remaja manis berjilbab yang akrab disapa Tabina ini dikenal sudah sering menorehkan prestasi di cabang olahraga (cabor) panahan. Koleksi juara pun sudah cukup banyak memenuhi lemari tropi di rumahnya. Tak hanya tingkat Kabupaten, namun juga Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dan nasional. Tabina lahir di Balikpapan, 5 Desember 2005. Tepat hari ini dia berulang tahun dan menginjak usia 17 tahun. Tabina merupakan anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Ronny Bonar H Siburian dan Nurrahmi Asmalia.

Tabina sedikit menceritakan alasan kenapa ia sangat mencintai olahraga memanah. Selain karena menjadi anjuran Rasulullah Muhammad SAW, memanah juga bagus untuk melatih ketenangan. Dapat melatih fokus siapa pun, apalagi dalam panahan selalu ada target yang harus dibidik. Hal itu secara langsung melatih seseorang untuk membangun fokus dan konsentrasinya. Menurut dia, panahan juga dapat menimbulkan keberanian. Kondisi ini terlihat saat menganalisis arah angin hingga melepaskan anak panah.

“Sebab seorang pemanah harus berani mengambil keputusan yang terbaik untuk dirinya,” kata Tabina yang merupakan kakak dari Julian Noor Raasyid H Siburian dan Zafeera Noor Rahma R Siburian.

Dia menyebut panahan juga mampu mengasah mental pemenang. Alasannya, saat proses memanah seseorang selalu memiliki titik target. Dari hal ini, mental tersebut terbentuk untuk berusaha menjadi seorang pemenang. Berikutnya melatih kebugaran, melatih kemampuan motorik, membantu mengendalikan emosi hingga melatih konsentrasi serta menumbuhkan kepercayaan diri.

Tabina sudah melewati lumayan banyak pengalaman bertanding. Bonusnya, dia berhasil menjadi juara di beberapa kejuaraan panahan. Paling anyar, membela bendera Kontingen Kabupaten Kutim di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Kaltim, Tabina sukses menyumbangkan 2 medali emas dan 1 perunggu bagi Cabor Panahan untuk mendongkrak klasemen perolehan medali Kontingen Kutim. Medali didapatnya dari kelas aduan individual divisi standar bow/Nasional 40 M putri. Emas lainnya dari kelar aduan individual divisi standar bow/Nasional Mixteam (campuran) bersama Imam Maliki (juga peraih medali emas di kelas berbeda). Sedangkan perunggu didapatnya dari kelas aduan beregu divisi standar bow/Nasional Putri bersama Azera Putri, Audrey Yiesha Almedyna Yusuf dan Arifah Humaira Arianata.

Tabina merintis karir olahraganya dengan bergabung bersama Mas Archery Club (MAC) Kutim. Hingga akhirnya menjelma menjadi “Srikandi Kutim”. Untuk mengasah bakat memanahnya, Tabina biasa rutin mengikuti latihan. Karena yakin dengan bakat dan kemampuannya di cabor panahan, Tabina yang dikenal pemalu bercita-cita menjadi seorang pemanah profesional. (Adv)

Loading