SAMARINDA — Ratusan insan pers bersama anggota keluarga besar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Timur memadati kawasan Jalan Biola, Samarinda, pada Minggu pagi (6/9/2026). Mereka antusias mengikuti kegiatan jalan sehat yang dilepas secara resmi oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Samarinda Dr. H. Aji Syarif Hidayatullah, M.Psi yang dirangkai dengan aksi sosial berupa pemeriksaan kesehatan gratis dan donor darah.

Kegiatan yang diinisiasi untuk merawat kebugaran jasmani di tengah padatnya rutinitas peliputan ini menghadirkan suasana hangat dan penuh kebersamaan. Ketua Panitia Jalan Sehat PWI Kaltim 2026, Linda Mailani, menjelaskan bahwa layanan medis gratis dan aksi donor darah tersebut terlaksana berkat kolaborasi strategis dengan RSUD IA Moeis Samarinda.

“Alhamdulillah, untuk donor darah yang diikuti rekan-rekan wartawan, dari 17 pendaftar yang lolos dan memenuhi syarat medis, berhasil terkumpul sebanyak 10 kantong darah,” ujar Linda.

Salah satu wartawan senior Silaban saat donor darah.

Di samping kegiatan preventif kesehatan, panitia juga memanjakan para peserta dengan menyediakan berbagai doorprize menarik. Hadiah utama hingga hiburan seperti sepeda listrik, sepeda gunung, kulkas, Smart TV, dispenser, kipas angin, rice cooker, hingga paket sembako dibagikan kepada peserta yang beruntung melalui undian kupon.

Ketua Forum Pimred SMSI Endro S Efendi memboyong doorprize dispenser.
Hadiah utama berupa sepeda listrik diboyong wartawati diserahkan langsung oleh perwakilan dari Bank Kaltimtara.

Kesuksesan acara ini, imbuh Linda, tidak lepas dari dukungan penuh para mitra kerja, salah satunya Bank Kaltimtara, yang turut berpartisipasi memberikan dukungan dana maupun ragam hadiah. “Kami mengucapkan terima kasih kepada mitra kerja PWI Kaltim yang dengan sukarela mendukung kegiatan ini. Semoga kerja sama yang baik ini terus berlanjut ke depannya,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua PWI Kaltim, Abdurrahman Amin, menyoroti pentingnya kegiatan luar ruang semacam ini bagi profesi wartawan. Pria yang akrab disapa Rahman ini menilai bahwa tingginya mobilitas, tekanan pekerjaan, serta tuntutan tenggat waktu (deadline) yang ketat kerap membuat jurnalis mengabaikan kondisi fisik mereka sendiri.

“Gaya hidup wartawan yang selalu dikejar deadline kadang membuat kita melupakan sisi kesehatan, yang tak jarang berujung jatuh sakit, bahkan ada yang mengalami kondisi darurat hingga meninggal dunia di usia muda,” ungkap Rahman dengan nada prihatin.

Melalui momentum jalan sehat dan cek kesehatan massal ini, ia berharap kesadaran kolektif untuk merawat diri bisa terbangun dari lingkungan terdekat, yakni keluarga dan sesama rekan sejawat. Pihaknya berkeinginan agar budaya berolahraga tidak sekadar berhenti menjadi agenda seremonial tahunan semata.

“Semoga budaya hidup sehat dan berolahraga ini tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi langkah awal memulai gaya hidup baru yang lebih sehat bagi kita semua,” pungkasnya.(*/mn)

Loading