SAMARINDA — Aktivitas titik panas (hotspot) di wilayah Provinsi Kalimantan Timur terpantau mengalami lonjakan signifikan. Berdasarkan data infografis pemantauan yang dirilis pada Jumat, 28 Agustus 2026 pukul 01.00 hingga 24.00 WITA, tercatat ada total 1.250 titik panas yang tersebar di delapan kabupaten/kota.

Kabupaten Paser dan Berau menjadi dua wilayah dengan sebaran titik panas paling mendominasi dibanding daerah lainnya. Di Paser, terdeteksi sebanyak 337 titik panas dengan rincian 32 tingkat kepercayaan (level) rendah, 300 tingkat menengah, dan 5 tingkat tinggi. Disusul dekat oleh Kabupaten Berau dengan 324 titik panas (19 tingkat rendah, 295 tingkat menengah, dan 10 tingkat tinggi).

Lonjakan juga terlihat di sejumlah kabupaten tetangga. Kabupaten Kutai Kartanegara mencatat 230 titik panas (57 rendah, 167 menengah, 6 tinggi), diikuti Kutai Barat sebanyak 182 titik panas (42 rendah, 122 menengah, 18 tinggi), serta Kutai Timur dengan 155 titik panas (15 rendah, 140 menengah, 0 tinggi).

Sementara itu, wilayah dengan cakupan titik panas yang relatif lebih rendah terpantau di Kabupaten Mahakam Ulu sebanyak 17 titik (1 rendah, 16 menengah). Adapun wilayah perkotaan mencatat angka minimal, yakni 3 titik panas di Kota Samarinda (1 rendah, 2 menengah) dan 2 titik panas di Kota Balikpapan (0 rendah, 2 menengah).

Melihat tingginya konsentrasi titik panas di beberapa kabupaten seperti Paser, Berau, Kukar, dan Kutai Barat—terutama dengan adanya titik berkepercayaan tingkat tinggi (High)—masyarakat serta instansi terkait diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Timur.(mn)

Loading