SAMARINDA – Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Perjuangan Masyarakat Kalimantan Timur (APMKT) menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di depan Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Samarinda, Kamis (21/5/2026). Aksi mengepung kantor gubernur ini dilakukan massa setelah sebelumnya mereka menggelar aksi serupa di Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim.
Dalam aksi yang berlangsung mulai pukul 13.00 WITA tersebut, massa membawa tuntutan yang sangat keras. Mereka secara terang-terangan mendesak Rudi Mas’ud untuk segera mundur dari jabatannya sebagai Gubernur Kaltim, atau menyetujui usulan hak angket yang disebut-sebut telah ditandatangani oleh sejumlah pihak di DPRD Kaltim.
Pantauan di lapangan, jalannya unjuk rasa yang berada di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian ini sempat diwarnai ketegangan. Massa aksi yang diselimuti kekecewaan sempat nekat membakar ban di tengah jalan sebagai bentuk protes atas kebijakan pemerintah daerah yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat kecil.

Menggunakan truk orasi yang dilengkapi pengeras suara berdaya besar, para demonstran bergantian menyampaikan orasinya. Salah satu orator wanita asal Barong Tongkok, Kutai Barat, Nurhayati, dengan lantang mengkritik kepemimpinan Gubernur Rudi Mas’ud yang dituding abai terhadap nasib dan kenyamanan warga.
“Kami tidak mencari masalah, yang membuat masalah adalah kalian! Jangan menyengsarakan masyarakat. Kami berikan kepercayaan, tapi kalian menyalahgunakannya!” teriak Nurhayati dari atas mobil komando.
Selain melakukan orasi, massa juga membentangkan berbagai atribut perlawanan. Di antaranya bendera bertuliskan “GARDA Samarinda” serta spanduk berukuran besar yang secara mencolok menyindir isu dinasti politik dengan tulisan, “Jabatan Milik Keluarga.”
Massa APMKT menilai situasi politik dan jalannya roda pemerintahan di Kalimantan Timur saat ini sudah berada di titik genting sehingga tidak bisa lagi dibiarkan tanpa kejelasan. Oleh sebab itu, mereka menuntut adanya transparansi, akuntabilitas, serta keberanian politik dari orang nomor satu di Bumi Etam tersebut.(*/mn)
![]()

