KUTAI TIMUR – Upacara arak-arakan ogoh-ogoh yang diselenggarakan oleh umat Hindu di Desa Bumi Sejahtera, Kecamatan Kaliorang, Kabupaten Kutai Timur, berlangsung dengan khidmat dan tertib. Acara tahunan tersebut turut diramaikan oleh warga dari berbagai suku dan agama yang hadir menyaksikan sekaligus ikut merayakan kegiatan budaya tersebut.

Tokoh pemuda Hindu Bali setempat, Bli Nyaliawan, yang juga merupakan panitia kegiatan menyampaikan bahwa tradisi ogoh-ogoh ini rutin digelar setiap tahun dengan sumber pendanaan yang berasal dari iuran sukarela umat Hindu di desa tersebut. Ia menyebut bahwa penyelenggaraan tahun ini dilaksanakan secara lebih sederhana karena bertepatan dengan bulan suci Ramadan.

“Kita sebagai umat beragama harus saling menghargai. Begitu pentingnya bertoleransi,” ujar Bli Nyaliawan saat dikonfirmasi di sela kegiatan, Rabu (18/03/2026).

Ia juga menginformasikan bahwa arak-arakan diikuti oleh sekitar 250 peserta yang terdiri atas 150 pemuda-pemudi Hindu serta 100 orang dari kalangan bapak-bapak dan ibu-ibu umat Hindu setempat. Turut serta dalam barisan adalah para tokoh dan sesepuh umat Hindu Desa Bumi Sejahtera.

Arak-arakan tersebut menurutnya dimulai dari Pura Jagat Nata dan bergerak menuju titik puncak acara di Simpang Empat Kipik Maloi. Pawai ogoh-ogoh, imbuhnya, merupakan bagian dari rangkaian perayaan Nyepi dalam tradisi Hindu.

“Secara simbolis pawai ini bertujuan mengusir roh-roh jahat sebelum memasuki Hari Raya Nyepi,” tutupnya. (Nur A)

Loading