KUTAI TIMUR – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur tengah mendorong percepatan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di desa-desa yang belum memiliki fasilitas pengelolaan sampah memadai. Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, telah memerintahkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk memprioritaskan program ini guna meningkatkan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.

“Ini yang sudah saya perintahkan ke Dinas LH untuk melakukan ya. Kita tunggu lagi. Mudah-mudahan programnya ke depan lebih bagus lagi,” ujar Ardiansyah saat ditanya tentang langkah-langkah yang akan diambil terkait pembangunan TPST di desa-desa, Jum’at (21/11/2025).

Ketika ditanya tentang ketersediaan sarana dan prasarana penunjang pengelolaan sampah, khususnya kendaraan pengangkut sampah, Bupati mengakui bahwa fasilitas yang ada masih belum mencukupi.

Keterbatasan kendaraan pengangkut sampah menjadi salah satu kendala dalam optimalisasi pengelolaan sampah di Kutai Timur. Dengan wilayah yang luas mencakup 18 kecamatan dan ratusan desa, kebutuhan akan armada pengangkut sampah menjadi sangat penting untuk memastikan sampah dapat dikelola dengan baik.

“Belum, belum cukup. Tapi ya memang kita usahakan,” ungkapnya.

Dalam wawancara sebelumnya, Kepala Desa Sangkima, Muhammad Alwi, dalam sesi wawancara langsung di Kantor Desa Sangkima menyampaikan masih perlunya armada pengangkut sampah besar, seperti truk untuk melayani pengangkutan sampah di desanya. Ia berharap, hal tersebut dapat dipenuhi oleh pemerintah daerah.

“Dengan armada yang lebih besar maka pengangkutan sampah dapat lebih optimal,” tegasnya. (Adv-Kominfo/Q)

Loading