KUTAI TIMUR – Program bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Martadinata, Kecamatan Teluk Pandan, berhasil merealisasikan 26 unit dari 47 usulan yang diajukan ke Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Kutai Timur tahun ini.
Kepala Desa Martadinata, Sutrisno, mengatakan bahwa pihaknya telah mendata 47 rumah tidak layak huni yang memerlukan perbaikan atau pembangunan ulang. “Data kami kemarin yang kita masukkan ke Dinas Perkim itu 47, yang terealisasi tahun ini 26 bedah rumah,” ujar Sutrisno saat ditemui awak media di Kantor Desa Martadinata, Kamis (20/11/2025).
Program bedah rumah ini merupakan upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat kurang mampu. Dari total 47 usulan, sebanyak 26 unit atau sekitar 55 persen berhasil direalisasikan pada tahun 2025.
Selain bantuan dari pemerintah daerah, Desa Martadinata juga mendapat dukungan program bedah rumah dari perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah tersebut. “Dari perusahaan kemarin dua tahun berturut-turut ada, tahun 2022 dan 2023,” jelasnya.
Program bedah rumah dari sektor swasta ini direalisasikan dengan bantuan dari Komando Distrik Militer (Kodim) setempat. “Jumlahnya satu per tahun, dikelola sama teman-teman dari Kodim,” tambah Sutrisno.
Meskipun realisasi program bedah rumah cukup signifikan, Sutrisno mengakui masih ada sekitar 21 rumah tidak layak huni yang belum tertangani. Hal ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah desa untuk terus mengusulkan dan mengupayakan bantuan di tahun-tahun mendatang.
Program bedah rumah merupakan salah satu indikator keberhasilan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan kondisi hunian yang layak, diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat.
Desa Martadinata yang memiliki 8 dusun dan 20 RT dengan jumlah penduduk sekitar 2.700 jiwa terus berupaya meningkatkan kualitas kehidupan masyarakatnya melalui berbagai program pembangunan.
Sutrisno berharap program ini dapat terus berlanjut hingga seluruh rumah tidak layak huni di desanya dapat tertangani dengan baik. “Kami akan terus mengusulkan ke pemerintah daerah dan mencari sumber bantuan lain untuk menuntaskan program bedah rumah ini,” pungkasnya.
Keberhasilan program bedah rumah di Desa Martadinata juga tidak terlepas dari sinergi yang baik antara pemerintah desa, pemerintah kabupaten, dan perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(Adv-Kominfo/Q)
![]()

