KUTAI TIMUR – Tenaga kesehatan di Kabupaten Kutai Timur dinilai sebagai yang paling sejahtera dibandingkan dengan kabupaten lain di Kalimantan Timur, bahkan di provinsi lain. Hal ini tercermin dari Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang diterima jauh lebih besar.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur, Sumarmo.SKM.M.AP, mengatakan bahwa jika dibandingkan dengan daerah lain, tenaga kesehatan di Kutai Timur sangat beruntung karena menerima TPP yang besar.

“Kalau kita bandingkan dengan kabupaten lain sangat sejahtera. Karena kalau teman-teman ngeluh ya coba tanya ke kabupaten lain. Kita ini TPP besar,” ujar Sumarmo.SKM.M.AP, Selasa (18/11/2025).

Ia menjelaskan bahwa TPP yang diterima tenaga kesehatan di Kutai Timur tidak hanya lebih besar dibandingkan kabupaten lain di Kalimantan Timur, tetapi juga jauh lebih tinggi dibandingkan provinsi lain seperti Sulawesi dan Sumatera.

“TPP besar dibandingkan dengan kabupaten lain, apalagi TPP di provinsi lain kayak di Sulawesi, Sumatera jauh. Jadi memang bersyukur kalau melihat Kutim ini PNS-nya karena TPP kita besar,” tambahnya.

Dengan besarnya TPP yang diterima, Sumarmo.SKM.M.AP menegaskan bahwa tenaga kesehatan di Kutai Timur harus memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat. Hal ini selalu disampaikan dalam setiap pertemuan dan pelatihan dengan tenaga kesehatan.

“Itu makanya kalau kita kasih tahu teman-teman di pelatihan, di pertemuan seperti itu. Artinya kita sudah dikasih haknya, TPP besar, ya kita harus kerja maksimal. Kan itu tambahan penghasilan namanya,” jelasnya.

Meskipun dinilai sejahtera, Sumarmo.SKM.M.AP mengakui bahwa tenaga kesehatan masih memiliki keluhan, terutama terkait keterlambatan pencairan TPP dan Surat Pertanggungjawaban (SPJ). Namun, ia menganggap hal tersebut wajar karena proses pencairan harus menunggu dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

“Kadang-kadang keluhan teman-teman itu, kewajibannya sudah dilaksanakan tapi kadang-kadang TPP, SPJ agak lambat. Itu wajar kan? Sekarang kan nunggu dari BPKAD,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa keterlambatan pencairan biasanya hanya terjadi di awal tahun anggaran, yaitu di triwulan pertama. Setelah triwulan kedua, proses pencairan sudah berjalan lancar. Sumarmo.SKM.M.AP berharap dengan kesejahteraan yang sudah diberikan, tenaga kesehatan di Kutai Timur dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan terus meningkatkan kualitas kerjanya.

“Paling keluhan itu kapan TPP cair? Saya bilang ya masih diproses karena belum ada persetujuan. Biasanya awal tahun aja. Kalau sudah ada triwulan kedua itu sudah lancar aja,” katanya. (Adv-Kominfo/Q)

Loading