KUTAI TIMUR – Penurunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kutai Timur di tahun 2025 tidak berdampak pada pelayanan dasar kesehatan kepada masyarakat. Dinas Kesehatan Kutim memastikan program-program prioritas seperti imunisasi dan pengobatan tetap berjalan stabil.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur, Sumarmo.SKM.M.AP, mengatakan bahwa pemerintah daerah sangat memahami pentingnya pelayanan kesehatan dasar sehingga tidak mengurangi anggaran untuk sektor tersebut.

“Untuk pelayanan ke Dinkes itu, pemerintah daerah juga tahu ini pelayanan dasar tidak dikurangi untuk kami. Tetap stabil untuk imunisasi segala macam,” ujar Sumarmo.SKM.M.AP, Selasa (18/11/2025).

Ia menjelaskan bahwa yang dikurangi atau ditunda hanya untuk kegiatan pembangunan fisik seperti pembangunan rumah sakit baru dan rehabilitasi gedung Puskesmas yang masih dalam kondisi cukup baik. Sementara itu, program pelayanan kesehatan yang berhubungan langsung dengan masyarakat tetap dijalankan tanpa pengurangan.

“Kecuali untuk kegiatan yang bisa ditunda, contoh pembangunan rumah sakit, kemudian juga mungkin rehab-rehab yang masih bagus. Itu aja biasanya. Tapi kalau untuk pelayanan dasar tidak,” jelasnya.

Sumarmo.SKM.M.AP menegaskan bahwa 12 Standar Pelayanan Minimal (SPM) kesehatan yang menjadi kewajiban pemerintah daerah tetap menjadi prioritas utama. Program-program seperti imunisasi, penyediaan obat, kunjungan ke rumah-rumah, dan pelayanan kesehatan ibu dan anak tidak mengalami gangguan.

“Imunisasi, obat, kunjungan ke rumah-rumah, terus 12 SPM itu karena perencanaan kan kita sebelum diketok palu itu berdebat juga sama BAPPEDA,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa proses perencanaan anggaran dilakukan dengan matang bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) untuk memastikan program-program prioritas kesehatan tidak terganggu. Dinkes Kutim selalu mengajukan argumen kuat terkait pentingnya pelayanan dasar kesehatan.

Dengan kebijakan ini, masyarakat Kutai Timur tidak perlu khawatir akan penurunan kualitas pelayanan kesehatan meskipun APBD mengalami penurunan. Sumarmo.SKM.M.AP berkomitmen bahwa seluruh program kesehatan yang berhubungan langsung dengan masyarakat akan tetap berjalan optimal.

“Kami memastikan tidak ada penurunan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Program-program kesehatan dasar tetap menjadi prioritas kami,” tegasnya.

Dinkes Kutim menargetkan pencapaian 12 SPM mencapai 100 persen, meskipun pencapaian 95 persen sudah dianggap sebagai kerja maksimal mengingat berbagai tantangan di lapangan yang tidak mudah diatasi. (Adv-Kominfo/Q)

Loading