KUTAI TIMUR – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kutai Timur mensosialisasikan program Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang merupakan bagian dari 50 program Bupati Kutai Timur.

Kepala Bidang Pengelolaan dan Penanganan Sampah DLH Kutim, Sugio, menjelaskan bahwa dalam sosialisasi disampaikan kriteria pembuatan TPST yang benar, mulai dari lokasi, desain, hingga persyaratan teknisnya.

“Untuk 100 sampai 200 kepala keluarga perlu lahan TPST kurang lebih 200 meter persegi. Kemudian layout-nya seperti apa. Persyaratannya jangan sampai dekat sumber air,” ungkap Sugio saat ditemui di Sangatta, Selasa (18/11/2025).

Untuk penanganan sampah di pedesaan, DLH Kutim memperkenalkan konsep Wasades atau Wadah Sampah Pedesaan. Dengan konsep ini, sampah yang masuk ke TPA hanya berupa residu, sementara sampah yang bernilai ekonomis dan bermanfaat sudah dimanfaatkan terlebih dahulu.

Sugio menekankan bahwa pengelolaan sampah dari sumber menjadi kunci utama. Selain Bank Sampah, masyarakat juga dapat mengelola sendiri sampah mereka. Untuk sampah organik, dapat menggunakan keranjang Takakura untuk pembuatan kompos atau dijadikan pakan ternak seperti ayam.

“Kalau sampah itu sudah tertangani dari sumber, otomatis sampah yang ke TPA akan berkurang,” tegasnya.

Kegiatan sosialisasi yang dilakukan oleh Bidang Peningkatan Kapasitas ini mendapat respons positif dari para guru yang menjadi peserta. Mereka meminta adanya pelatihan lanjutan tentang cara membuat kompos dan memanfaatkan barang bekas menjadi produk bernilai guna.

Sugio menambahkan, selain mengurangi volume sampah ke TPA, program ini juga bertujuan menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan ekonomi masyarakat. Sampah yang masih bernilai dapat dikumpulkan di Bank Sampah Kalpataru yang ada di kantor DLH atau dijual ke pengepul yang banyak tersebar di Kutai Timur.

Program ini juga merupakan upaya menjawab sanksi administrasi dari Menteri terkait pengelolaan sampah TPA Pendamping, dengan target hanya 30 persen sampah berupa residu yang masuk ke TPA. (Adv-Kominfo/Q).

Loading