KUTAI TIMUR – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kutai Timur menggelar sosialisasi pengelolaan sampah yang menyasar lembaga-lembaga pendidikan. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut instruksi Bupati tentang pengurangan dan pengelolaan sampah dari sumber.

Kepala Bidang Pengelolaan dan Penanganan Sampah DLH Kutim, Sugio, menjelaskan bahwa sasaran sosialisasi kali ini adalah sekolah-sekolah mulai dari PAUD, Playgroup, TK, SD, SMP, SMA, hingga tempat penitipan anak. Sebelumnya, sosialisasi serupa telah dilakukan kepada perusahaan-perusahaan sawit, tambang, dan perusahaan lainnya.

“Sasarannya sebenarnya semua warga Kutai Timur. Ini dalam rangka sosialisasi instruksi Bupati tentang pengurangan atau pengelolaan sampah dari sumber,” ujar Sugio di Sangatta, Selasa (18/11/2025).

Dalam materi sosialisasi, dijelaskan aturan yang mendasari bahwa pengelolaan sampah menjadi kewajiban bersama, mulai dari undang-undang, Peraturan Pemerintah, Peraturan Daerah, hingga Peraturan Gubernur yang berlaku di Kutai Timur.

Sugio menyampaikan bahwa lembaga pendidikan dipilih sebagai sasaran karena setiap hari menghasilkan sampah. Pihaknya menargetkan pengelolaan sampah di Kutai Timur minimal terdata, mulai dari sumber hingga proses pengelolaannya.

Kegiatan ini juga menjadi upaya Kabupaten Kutai Timur dalam menangani sanksi administrasi yang diberikan Menteri terhadap pengelolaan sampah TPA dengan system Open Dumping. Target yang ingin dicapai adalah agar sampah yang dibawa ke TPA nantinya hanya berupa residu sebesar 30 persen saja.

“Sampah yang masih bernilai ekonomi seperti botol, kardus, kertas supaya dipilah, nanti dikumpulkan di bank sampah atau dijual ke pengumpul,” jelasnya.

Untuk sampah organik, dilakukan sosialisasi cara membuat kompos yang baik. DLH Kutim telah memiliki percontohan di UPT dimana sampah organik dikelola menjadi kompos dan telah dibeli oleh reklamasi KPC.

Para peserta sosialisasi yang merupakan guru dan kepala sekolah bahkan meminta adanya pelatihan lanjutan tentang cara membuat kompos dan memanfaatkan barang bekas seperti botol galon untuk media tanam sayuran. (Adv-Kominfo/Q)

Loading