KUTAI TIMUR– Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kutai Timur tengah membangun jembatan timbang di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah. Pembangunan infrastruktur ini ditargetkan selesai dalam waktu dua minggu ke depan untuk mengukur secara akurat sampah yang dibuang di daerah tersebut.
Petugas Pengawas Lingkungan Hidup (PPLH) DLH Kutim, Dewi mengatakan, selama ini pengukuran timbulan sampah masih mengacu pada koefisien 0,5 per orang berdasarkan jumlah penduduk, belum ada data aktual dari penimbangan langsung.
“Alhamdulillah setelah sekian tahun ini kami bisa bangun jembatan timbang. Saya tidak tahu dari sebelum-sebelumnya kenapa jembatan timbang tidak dipikirkan. Padahal sebenarnya tidak mahal,” ungkap Dewi, Selasa (18/11/2025).
Menurutnya, dengan adanya jembatan timbang, timbulan sampah aktual dapat diketahui dengan pasti, tidak lagi berdasarkan estimasi atau koefisien teoritis. Hal ini penting untuk perencanaan pengelolaan sampah yang lebih baik.
“Kalau jembatan timbang sudah ada, insyaallah timbulan sampah kami sudah bisa terukur. Mungkin nanti aktualnya ketika sudah ditimbang baru kami bisa tahu berapa sebenarnya timbulan sampah kami,” jelasnya.
Dewi menambahkan, pembangunan jembatan timbang merupakan bagian dari upaya DLH dalam meningkatkan pengelolaan sampah di Kutai Timur. Selain itu, pihaknya juga melakukan rehabilitasi atap TPST di belakang Pasar Induk yang kondisinya sudah hancur dan bolong parah.
“Kami rehab supaya bisa dimaksimalkan untuk pemilahan. Alhamdulillah saat ini yang sebelumnya hanya 19 motor roda tiga, sekarang sudah 40 motor roda tiga, kemudian sudah empat unit dump truck yang kami maksimalkan di TPS 3R,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa DLH juga sudah menambah 10 orang tenaga pemilah untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah di TPS 3R. Target pengurangan sampah yang ditetapkan adalah 70 persen, meski Dewi mengakui target ini masih jauh dari pencapaian saat ini karena belum ada program pengurangan yang berjalan optimal.
“Target kami pengurangan sampah 70 persen. Tapi jangan bicara residu dulu, karena proses pengurangan saja kami belum ada, masih nol,” katanya.
Dewi menegaskan, pembangunan infrastruktur seperti jembatan timbang dan penambahan armada merupakan langkah awal yang harus disiapkan untuk mendukung program pengelolaan sampah yang lebih komprehensif ke depannya. (Adv-Kominfo/Q)
![]()

